Jakarta, BN Nasional – PT Pertamina diminta Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN untuk membentuk direktorat yang dapat mendukung sistem keselamatan dan kerja (K3) dalam pertamina.
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, dari kejadian kebakaran Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang yang menewaskan 23 orang, PT Pertamina akan membentuk Direktorat Healty, Safety, Security, and Environment (HSSE).
“Dari kejadian ini (kebakaran) dari pemegang saham dan juga Kementerian teknis yaitu Menteri BUMN dan Menteri ESDM memiliki rencana dan meminta kami untuk membentuk Direktorat (Direksi) khusus, satu tambahan Direktorat, di mana disitu adalah mengcover HSSE, risk manajemen,” kata Nicke Widyawati saat Rapat Kerja Pertamina dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (16/3/2023).
Pertamina juga terus memperkuat sistem keselamatan kerja dan mengoptimalkan produktivitas setiap bisnis perseroan.
“Jadi memang dua hal, yang kami perkuat di dalam border, yaitu di aset Pertamina kilang, kemudian TBBM, dan juga di hulu, oleh karena itu kami melakukan audit safety dan juga aset integrated manajemen, memetakan semuanya, mengalokasikan anggaran,” katanya.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pembentukan direktorat khusus untuk menangani HSSE wajib dibentuk agar fokusnya menaungi aspek K3.
“Itu harus, saya bicaras ama Pak Erick (Menteri BUMN), Pak Menteri juga sangat setuju. Untuk satu koorporasi yang bisnisya material hazard (potensi bahaya) yang standart harus dimiliki dan seragam,” kata Arifin, Jumat (19/3/2023).
Pembentukan Direktorat HSSE ini akan fokus mengontrol standart operasional prosedur (SOP), serta diseragamkan dalam satu sistem monitoring untuk memperkuat HSSE. Selama ini sistem HSSE hanya terdapat dalam unit-unit perusahaan dan tidak menjadi direktorat.
“Sebenarnya sudah ada di unit, tapi skrng perlu khusus supaya fokus,” katanya. (Louis/Rd)





