Jakarta, BN Nasional – Media sosial telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Kemunculan Facebook, Instagram, Twiter, dan Tiktok membuat orang-orang terikut dengan teknologi.
Dunia politik juga menjadi salah satu sektor yang terdampak dari kemajuan media sosial, media sosial menjadi platform penting untuk melakukan kampanye.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Banteng Muda Indonesia (BMI) Bangka Belitung Agung Pratomo berharap, peran media sosial bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas di Pemilu 2024 mendatang.
“Di tahun politik saat ini, media sosial dapat digunakan oleh masyarakat untuk melihat rekam jejak figur politikus saat ini atau yang baru muncul untuk dipilih pada tgl 14 Februari 2024 nanti,” kata Agung, Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Berkaca dari Pemilu sebelumnya, Agung mengatakan, salah satu faktor tingginya angka golput oleh masyarakat khususnya kalangan muda ialah ketidaktahuan rekam jejak para calon legislatif ataupun eksekutif.
“Dengan adanya sosial media dan konten-konten yang relate dengan mereka, maka ini akan mempengaruhi anak muda untuk datang ke TPS dan menentukan pilihan untuk mendapatkan kebijakan-kebijakan anak muda,” kata milenial asal Pangkalpinang tersebut.
Kendati demikian, Agung mengimbau kepada masyarakat ataupun kalangan muda, agar tidak mudah percaya dengan berbagi konten di sosial media. “Semua harus difilter dan memahami segala konteks yang dikonsumsi,” katanya.
Di sisi lain, Agung juga berharap kepada para politisi agar tidak menjadikan sosial media sebagai bahan pencitraan, akan tetapi harus seimbang dengan kerja politik.
“Di era digitalisasi, sosial media mempunyai peranan yg sangat penting. Terbukti, salah satu faktor pengambilan keputusan program kerja pemerintah, diambil dari isu yang berkembang di sosial media,” jelasnya. (Louis/Rd)





