Kementerian ESDM Ungkap Hilirisasi Minerba Jadi Kunci Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

JAKARTA, BN NASIONAL – Sektor mineral dan batubara (minerba) dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menyebut, potensi komoditas minerba Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, dan akan menjadi salah satu motor utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di era Pemerintahan Presiden Prabowo.

“Kita punya sumber daya alam yang sangat baik, baik itu energi terbarukan ataupun minyak dan gas bumi. Kita ini tidak pernah mengimpor untuk gas alam karena kita cukup dari dalam negeri. Dan ke depan mudah-mudahan kita melebihi dari apa yang kita perlukan. Kita masih ekspor dari sisi gas alam, kita juga terus menaikkan produksi dari sisi lifting untuk minyak dan gas bumi,” ujar Dadan saat memberikan sambutan dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Baca juga  Rare Earth di PT Timah (TINS) Masih Tahap Uji Coba, Belum Masuk Skala Industri 

Menurutnya, cadangan dan potensi sumber daya alam di subsektor minerba merupakan salah satu senjata utama dalam mendukung ketahanan energi dan mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sejak 2022, kontribusi minerba terhadap PNBP Kementerian ESDM terus meningkat signifikan.

“Jadi, suatu bidang yang diharapkan ini bisa mendorong perekonomian yang baik, men-support, berkontribusi, dan menurut Bappenas (Badan Perencanaan Nasional), ini salah satu yang memang akan berkontribusi utama untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bisa tercapai dengan hilirisasi,” kata Dadan.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kekuatan subsektor minerba Indonesia saat ini. Teknologi sudah diadopsi dalam berbagai tahap kegiatan, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pelaporan, yang diperkuat dengan regulasi dan sistem informasi terintegrasi.

“Sudah disebut di dalam undang-undang kita yang terkait dengan minerba, bahwa pemanfaatan teknologi, pemanfaatan sistem informasi, ini yang menjadi salah satu driver utama untuk mendorong, baik itu secara ekonomi lebih baik, maupun juga untuk memastikan bahwa datanya itu data yang benar, data yang dipercaya,” jelas Dadan.

Baca juga  Parasit “Popcorn”: Ilmuwan Menemukan 14 Spesies Laut Baru yang Aneh

Beberapa sistem digital yang sudah diterapkan Kementerian ESDM antara lain Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA), Minerba One Data Indonesia (MODI), dan e-RKAB, yang memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai aturan dan penerimaan negara terjaga optimal.

Sebagai informasi, Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) merupakan forum nasional yang mempertemukan para profesional dan pengambil kebijakan di bidang teknologi informasi, dengan menghadirkan solusi inovatif lintas sektor, termasuk energi dan pertambangan.