Jakarta, BN Nasional – Kementerian ESDM memberikan relaksasi ekspor bagi komoditas tembaga, besi, timbal, seng, dan lumpur anoda sampai 10 Mei 2024 bagi lima perusahaan yang sedang membangun fasilitas pemurnian mineral.
Perusahaan tersebut adalah PT Freeport Indonesia dengan kemajuan fisik 54,52%, PT Amman Mineral Industri dengan kemajuan fisik 51,63%, PT Sebuku Iron Lateritic Ores dengan kemajuan fisik 89,79%, PT Kapuas Prima Citra dengan kemajuan fisik 100%, dan terakhir PT Kobar Lamandau Mineral dengan kemajuan 89,65%.
Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Arsjad Rasjid mengatkan, Kadin saat ini sedang fokus terhadap pelaksanaan peningkatan nilai tambah (Value Added) ataupun hilirisasi untuk membangun Indonesia.
“Industrialis supaya membangun industrinya, supaya manufacturing kita tambah kuat jadi value kita semakin kuat,” kata Arsjad di Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Menurut Arsjad, perjalanan menuju indonesia yang penuh meningkatkan nilai tambah juga memiliki tantangan, perusahaan harus mempersiapkan dan juga memerlukan relaksasi ekspor tapi dengan catatan.
“Relaksasi itu perlu dilakukan untuk menunggu kesiapan, bukan bearti dia harus relaks terus,” katanya.
Dengan adanya relaksasi bagi perusahaan tersebut merupakan hal yang baik, namun harus balik pada plan awal untuk memastikan adanya peningkatan nilai tambah dan jangan terlena dengan relaksasi.
“Kita harus memastikan adanya value added atau hilirisasi supaya Indonesia memang jadi suatu tempat yang dibangun value added,” katanya. (Louis/Rd)





