Konglomerat Anthony Salim dan Bukalapak Jadi Investor Strategis Allo Bank Milik Chairul Tanjung yang Mau Rights Issue Rp4,8 Triliun

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Dalam prospektus ringkas BBHI, dikutip Selasa 4 Januari, Bukalapak akan menggenggam 2.497.816.903 saham atau 11,49 persen dari total saham Allo Bank setelah pelaksanaan rights issue.

Adapun Grup Salim melalui PT Indolife Investama Perkasa, akan memiliki 1.303.815.386 saham atau setara dengan 6,00 persen dari total saham BBHI. Ini dengan asumsi bahwa seluruh pemegang saham dan investor strategis yang mendapatkan pengalihan HMETD dari Pemegang Saham Utama, yakni PT Mega Corpora, melaksanakan haknya untuk membeli saham baru.

Mega Corpora adalah pengendali Allo Bank dengan kepemilikan 90 persen. Mereka telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sebagian dari HMETD yang menjadi haknya sebanyak 2.712.777.020 HMETD atau sekitar 30 persen dari seluruh HMETD.

Mega Corpora juga menyatakan, memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan HMETD yang akan diambil bagian oleh MC dengan jumlah dana sebesar Rp1.300.839.337.970 (Rp1,3 triliun).

Kemudian, Mega Corpora dalam rangka pemenuhan kewajiban untuk mendilusi kepemilikannya sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.9/POJK.04/2018 Tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka pada waktu MC menjadi pengendali Perseroan, akan mengalihkan sebagian HMETD yang menjadi haknya yang tidak dilaksanakan kepada: PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Abadi Investments Pte. Ltd, PT Indolife Investama Perkasa, H Holdings Inc, Trusty Cars Pte. Ltd, dan PT CT Corpora.

Sebelumnya, Allo Bank telah memutuskan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp478 per saham. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perusahaan, dalam rights issue tersebut, BBHI akan menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 10.047.322.871 (10,04 miliar) saham yang setara 46,24 persen dari modal disetor perusahaan.

Dengan demikian, Allo Bank berpotensi meraih dana rights issue senilai Rp4,80 triliun. Rencananya, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam rangka meningkatkan Modal Inti Perseroan menjadi KBMI yang termasuk dalam kelompok KBMI 2 sebagaimana dimaksud dalam POJK 12/2021.

Selanjutnya, dana akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan termasuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital.

Sebagai informasi, menurut data Forbes terbaru, yakni per Desember 2021, Chairul Tanjung menduduki peringkat ke-6 orang terkaya di Tanah Air dengan kekayaan 5,5 miliar dolar AS yang setara Rp78 triliun. Sementara Anthony Salim adalah orang terkaya nomor 3 di Indonesia dengan taksiran harta sebesar 8,5 miliar dolar AS atau Rp121 triliun.

Sumber.

related posts