Medco Energi Akuisisi Aset ConocoPhilips di Indonesia

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — CIHL memegang 100% saham di ConocoPhillips (Grissik) Ltd (CPGL) dan 35% saham di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. (Transasia). CPGL adalah Operator dari Corridor PSC dengan kepemilikan 54% working interest.

“Transaksi ini melanjutkan rekam jejak MedcoEnergi dalam memberikan nilai tambah. Akuisisi ini akan semakin memperkuat posisi MedcoEnergi di Asia Tenggara dan akan menghasilkan sinergi yang kuat dengan wilayah kerja kami di Sumatera. Kami siap menyambut seluruh pekerja berkualitas dari Corridor PSC untuk bergabung ke dalam grup MedcoEnergi,” kata CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato dalam keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Sementara Direktur Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, akuisisi Corridor sesuai strategi perseroan memiliki dan mengembangkan aset berkualitas tinggi serta menghasilkan arus kas positif. Untuk seluruh operasi, Medco berkomitmen tetap menjaga standar keselamatan kerja tinggi, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial. “Akuisisi ini akan memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan memperkuat komitmen kami dalam pembangunan nasional,” ungkapnya.

Untuk informasi, Corridor PSC memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatera Selatan, Indonesia. Mayoritas produksi adalah gas yang dijual melalui kontrak jangka panjang kepada para mitra yang handal di Indonesia dan Singapura.

Melalui Transasia, MedcoEnergi akan memiliki saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatera Tengah, Batam, dan Singapura. Setelah Transaksi, proforma pedoman MedcoEnergi tahun 2022 untuk segmen minyak dan gas adalah produksi 155 mboepd, belanja modal US$ 275 juta dan biaya kas per unit di bawah US$ 10.

Berdasarkan kinerja, Medco Energi yang merupakan emiten pertambangan dan energi tersebut berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba pada semester I 2021. Pendapatan tercatat senilai US$ 636,29 juta, naik 11,66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$ 569,80 miliar. Medco pun membukukan laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 37,16 juta, kontras dari posisi rugi pada semester I-2020 senilai US$ 125,27 juta.

Lebih lanjut, EBITDA yang ditorehkan MEDC pada semester I 2021 senilai US$ 318 juta meningkat 15% secara tahunan utamanya ditopang oleh kenaikan harga komoditas. Adapun, harga minyak mentah senilai US$ 62,3 per barel naik 61% secara tahunan dan harga rata-rata gas senilai US$ 5,9 per mmbtu naik 8% secara tahunan.

Sumber.

related posts