Jakarta, BN Nasional – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengeluarkan aturan klasifikasi mineral kritis untuk mengamankan agar mineral-mineral yang sulit ditemukan diseludupkan oleh oknum-oknum nakal.
Mineral kritis tersebut harus dilakukan pengawasan yang lebih ketat dengan aturan ini untuk menjaga cadangan dan menjaga ketahanan dari mineral tersebut.
“Mineral kritis harus kita bikin dong (aturan), kalau tidak dibuat aturannya bisa lolos kemana-mana dong,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kementerian ESDM, Jumat (9/6/2023).
Menurutnya, mineral ikutan dalam nickel dan timah tersebut masih ada banyak kandungan mineral lain yang masuk dalam klasifikasi mineral kritis, tentu ini harus dibuatkan aturan untuk menjaga stok masa depat saat sudah ada teknologinya.
“Nikel ada kobalt. Timah ada thorium, rare earth dan macem-macemnya, kan sayang buat kalian juga nanti,” kata Arifin.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan, klasifikasi terhadap 46 mineral ini dilakukan untuk menjaga cadangan dan sumber daya serta melakukan tata kelola yang lebih bagi para pengusaha.
“Untuk kita menjaga. Mineral ini harus kita jaga, mineral ini harus hati-hati,” kata Irwandy, Senin (29/5/2023).
Irwandy membeberkan, terdapat dua mineral yang sudah diapastikan masuk dalam klasifikasi mineral kritis, yakni timah dan nikel.
“Nikel masuk mineral kritis, timah masuk mineral kritis. Ada kriterianya,” katanya.
Setiap negara mempunyai klasifikasi mineral kritis sesuai dengan kriteris yang ada di negaranya. Indonesia tentu mengeluarkan aturan klasifikasi ini untuk menjaga cadangan dan sumberdaya yang dimilikinya.
“Kita mengklasifikasikan mineral kritis ada kriterianya, setiap negara punya Indonesia nanti akan punya,” katanya.
46 Mineral yang masuk klasifikasi mineral kritis nantinya akan diperketat dalam proses pengolahannya dan didata sesuai dengan kriteria mineral tersebut.
“Ada yang di dalam negeri, ada yang kita punya ada yang enggak, ada yang kita punya cadangan dan sumber dayanya dan tidak,” jelasnya. (Louis/Rd)





