JAKARTA, BN NASIONAL.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya enam kasus mycoplasma pneumoniae yang berhasil d iatasi di Indonesia.
Dalam konferensi pers daring, D irektur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (D irjen P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, mengungkapkan bahwa keenam pasien telah berhasil sembuh, termasuk yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra dan Jakarta Woman & Children’s Clinic (JWCC) di Jakarta Selatan.
Gejala Mirip COVID-19, Namun Tanpa Ancaman Serius
Mycoplasma pneumoniae, bakteri penyebab mycoplasma pneumonia, memiliki gejala mirip COVID-19 seperti demam, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, berbeda dengan COVID-19, mycoplasma pneumoniae tidak mengancam kelangsungan hidup manusia.
Dokter Spesialis Anak RSCM Nastiti Kaswandani sebagaimana yang dikutip dari kompas.com menegaskan bahwa tidak perlu panik dengan temuan ini. Tingkat keparahan mycoplasma pneumoniae lebih rendah daripada influenza dan COVID-19, dengan angka kematian hanya 0,5 hingga 2 persen.
Nastiti menambahkan bahwa penyembuhan mycoplasma pneumoniae tidak memerlukan banyak antibiotik, terutama untuk pasien dengan kondisi tubuh yang baik. Pencegahan dapat d ilakukan melalui perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker, dan imunisasi bagi anak-anak.
Pesan Dokter dan Tindakan Pencegahan
Dokter Nastiti mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan gejala mycoplasma pneumoniae kepada Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes. Pencegahan dapat d ilakukan dengan mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dengan orang sakit, dan menggunakan masker.(*)





