Omicron BA.4 dan BA.5 Lebih Cepat Menular, Cek Gejalanya

BN Nasional – Subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah terdeteksi di Indonesia disinyalir memiliki tingkat penularan lebih cepat, tetapi tingkat keganasan atau kesakitannya pada pasien yang terkonfirmasi positif lebih rendah.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Mohammad Syahril, mengatakan transmisi subvarian BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding Omicron sebelumnya yaitu BA.1 BA.2.

“Tingkat penularannya memang lebih tinggi dari varian Omicron BA.1 dan BA.2, hanya tidak sporadis. Tetapi untuk tingkat keparahannya sakit lebih rendah. Jadi nanti kalau kasusnya banyak berarti penyebarannya cepat, tetapi tidak ganas dan tidak menyebabkan sakit berat, bahkan tidak menimbulkan kematian,” ungkapnya kepada Beritasatu.com, Minggu (12/6/2022).

Sebelumnya, varian Omicron juga juga dinilai lebih ringan dari varian Delta. Mengenai tingkat keparahannya, Syahril menjelaskan tidak ada indikasi yang menyebabkan kesakitan yang lebih parah dibanding varian Omicron lainnya. Sehingga meskipun transmisinya lebih cepat tapi keparahannya tidak separah yang Omicron sebelumya.

Baca juga  Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Sudah Booster Tak Perlu Tunjukkan Hasil Tes COVID-19

Selain memiliki karakteristik penyebarannya cepat, tetapi tidak berat, Syahril menjelaskan bila dilihat dari kasus yang terjadi, pasien BA.4 BA.5 banyak yang tidak bergejala atau hanya ringan seperti sakit tenggorokan dan badan pegal.

“Maka kita tidak perlu panik, tetapi tetap diwaspadai akan kenaikan kasus karena virus Covid-19 ada di sekitar kita. Saat ini varian Delta di Indonesia sudah tidak adal lagi, sementara varian Omicron masih ada,” jelasnya.

Namun yang harus diwaspadai bahwa varian baru ini memiliki kemampuan untuk menghindar dari imun yang disebut immune escape. Ini membuat virus dapat menghindar imun yang sudah terbentuk pada diri seseorang baik melalui vaksinasi atau melalui kekebalan alam yang didapat.

Menurutnya, varian virus Covid-19 yang masuk Indonesia adalah varian Alpha, varian Delta dan varian Omicron beserta subvariannya masing-masing.

Baca juga  Kemenkes: Mayoritas Pasien Kasus Omicron Sudah Divaksinasi Lengkap

Varian A (Alpha) atau B.1.1.7 bersifat lebih menular dan lebih berpeluang menyebabkan gejala parah. Varian Delta (B.1.617.2) bersifat lebih menular bahkan bagi orang yang telah tervaksin serta meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di rumah sakit. Terakhir varian Omicron lebih cepat penularannya tetapi, tingkat kesakitannya rendah.

Untuk whole genome sequencing (WGS), lanjut dr Syahril, Kemenkes dan dinas kesehatan berbagai daerah tengah menggalakkan, terutama di Jakarta dan Bali.

Jadi ketika ditemukan kasus positif bakal langsung dilakukan WGS untuk menentukan apakah benar subvarian BA.4 dan BA.5 atau subvarian lainnya. Jadi saat ini masih terus dalam proses.

Hal ini sama seperti waktu menentukan varian Omicron yang memang tidak mudah dan harus melalui tahap pemeriksaan beberapa kali dari berbagai daerah. Setelah itu dan dipastikan 90% sampelnya dilakukan WGS adalah varian Omicron, maka diputuskan bahwa varian yang ada di Indonesia adalah Omicron.

Baca juga  Menkes: Meski Laju Kasus 2.000 per Hari, Indonesia Masih di Level 1

“Saat ini subvarian OMicron BA.4 dan BA.5 sudah sudah terdeteksi di Bali dan Jakarta. Kedepan dilakukan WGS untuk melihat apakah dominan yang lama atau baru,” pungkas dr Syahril.

Berikut sejumlah tanda-tanda Omicron BA.4 dan BA.5 yang paling umum:

Demam
Batuk
Kelelahan
Hilangnya rasa atau bau

Tanda-tanda Omicron BA.4 dan BA.5 yang kurang umum:

Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Sakit dan nyeri
Diare
Ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki
Mata merah atau iritasi

 

Sumber.
https://www.beritasatu.com/news/938681/omicron-ba4-dan-ba5-lebih-cepat-menular-cek-gejalanya/?view=all