JAKARTA, BN NASIONAL – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P. Hutajulu, mengungkapkan bahwa Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan rasio elektrifikasi paling rendah di Indonesia, yakni hanya sekitar 15 persen.
Jisman menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan yang dilakukan PLN, saat ini terdapat sekitar 10.068 lokasi yang belum memiliki akses listrik. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat masih ada sekitar 1,287 juta rumah tangga yang belum teraliri listrik dari total 86,6 juta rumah tangga nasional.
“Kita potret saja, kita minta PLN memotret mana lokasi-lokasi yang belum dapat akses listrik,” kata Jisman saat Rapat dengan Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Senin (30/6/2025).
Menurutnya, pendekatan ini lebih akurat karena banyak desa yang secara administratif sudah masuk data, namun dusun atau kampung di dalamnya masih gelap gulita.
Ia merinci, 17 provinsi sudah memiliki rasio elektrifikasi di atas 99 persen, 15 provinsi antara 90–99 persen, dan 6 provinsi masih di bawah 90 persen, umumnya berada di kawasan timur Indonesia.
“Jadi memang di daerah timur ini agak tertinggal, memang ada beberapa provinsi baru juga,” ujar Jisman.
Jisman juga menyinggung berbagai program elektrifikasi terdahulu seperti pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) maupun pembangkit off-grid seperti PLTS dan Mikrohidro yang tidak berkelanjutan.
“Begitu peresmian, besoknya sudah bermasalah… karena tidak ada yang mengelola,” katanya.
Oleh karena itu, pemerintah kini menekankan pentingnya peran PLN dalam menyediakan listrik, tidak hanya untuk menjamin keberlanjutan layanan tetapi juga agar masyarakat dapat menikmati subsidi listrik secara langsung.
“Kita menginginkan pelayanan listrik ke masyarakat itu melalui PLN… karena kan kita memberikan subsidi-nya melalui PLN,” ujarnya.





