JAKARTA, BN NASIONAL
Dalam peta jalan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) yang telah d isusun oleh pemerintah, PLTN pertama di Indonesia. Ini rencana d ijadwalkan akan mulai beroperasi dengan kapasitas 250 MW pada tahun 2032.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan telah d itunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan PLTN. Timi ini d inamai Nuclear Energy Program Implementing Organization (Nepio).
Pembentukan Nepio menjadi salah satu syarat dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) untuk melanjutkan pembangunan PLTN.
Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa draf organisasi Nepio. Ini merupakan rekomendasi dari IAEA untuk mengkomersilkan nuklir, telah selesai d ibuat.
“Kita harus memenuhi 19 persyaratan, 16 sudah terpenuhi, dan salah satunya adalah Nepio. DEN telah mengajukan surat kepada Presiden dan Wakil Presiden. Ini untuk mendapatkan arahan terkait pembentukan Nepio dan pembangunan nuklir,” ujar Djoko. Hal ini d isampikan pada Konferensi Pers Capaian Kinerja DEN Tahun 2023 di Gedung DEN pada Rabu (17/1/2024).
Dalam susunan organisasi Nepio, DEN telah memaparkannya dalam sidang DEN dan akan d ilanjutkan dalam sidang paripurna yang d ipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
“Menko Marves menjabat sebagai Ketua, Menteri ESDM sebagai Ketua Harian, dan anggotanya melibatkan Ketua Dewan Pengarah BRIN, Menteri/Kepala Lembaga terkait, anggota DEN, dan Ketua MPTN,” tambah Djoko.(*)





