Perintah Langsung Presiden Prabowo, Bahlil Genjot Listrik Masuk 10 Ribu Titik Desa

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai kebijakan strategis pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini menargetkan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, dapat menikmati listrik 24 jam penuh.

“Saya ingin menegaskan ke depan desa yang belum dilistriki yakni sekitar 5.700 desa atau kelurahannya dengan 4.400 dusun dari setiap desa dengan total kurang lebih sekitar 10.068 titik harus kita listriki,” kata Bahlil dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/8/2025).

Bahlil menyebut, program tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo dan dibahas bersama Menteri Keuangan untuk memastikan dukungan anggaran.

“Kita akan berusaha melistriki semua pada masa jabatan periode pertama Bapak Presiden dan dananya sudah diupayakan Menteri Keuangan agar target swasembada energi khususnya listrik dapat terwujud di periode pertama Presiden Prabowo dan Mas Gibran,” ujarnya.

Baca juga  Lautan Tersembunyi Titan Mungkin Tidak Ada dan Itu Mengubah Segalanya

Bagi Bahlil, melistriki desa yang belum terjangkau listrik bukan sekadar program, tetapi misi pribadi. Ia mengisahkan masa kecilnya yang hidup tanpa penerangan memadai.

“Jangan seperti saya dulu, saya punya pengalaman masa lampau soal listrik. Saya lahir satu desa yang tidak ada listriknya. Sampai SD tidak ada listrik, penerangan yang kami dapat dari lampu pelita. Saya bersama tim ESDM bertekad atas seijin dan arahan Presiden, niat yang tulus ini saya tidak ingin lagi apa yang saya rasakan dimasa kecil terjadi pada generasi-generasi berikutnya,” jelasnya.

Program Lisdes merupakan penugasan pemerintah kepada PT PLN (Persero) untuk membangun jaringan distribusi listrik hingga pelosok. Hingga akhir 2024, sudah ada 83.693 desa dan kelurahan di Indonesia yang menikmati listrik. Selain Lisdes, pada 2022–2024 Kementerian ESDM juga menyalurkan 367.212 sambungan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga tidak mampu sebagai wujud energi berkeadilan.

Baca juga  Energi Nuklir Jadi Tulang Punggung Masa Depan: Indonesia Siapkan PLTN Pertama pada 2032