Pernah Sampai 100 Ribu BOPD, Lapangan Ini Lakukan Optimalisasi

SORONG, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan Lapangan minyak di Sorong, Papua Barat Daya pada era 1996-1997 mampu memproduksi 100 ribu barel minyak per hari/ barrel oil per day (BOPD).

“Dan kita lihat disini, dulu tahun 1996-1997, Sorong ini punya kontribusi terhadap lifting kita sebesar 100 ribu barel per day. Sekarang kurang lebih tidak mencapai 5 ribu barel per day, jadi turunnya jauh sekali” kata Bahlil saat melakukan kunjungan di Petrogas (Basin) Ltd, Sabtu (7/6/2025).

Meski produksi menurun, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama kontraktor kontrak kerja sama (K3S) masih optimis dapat meningkatkan produksi.
”Dan tadi kita diskusi dengan Petrogas, dengan Pertamina, saya melihat ada secerca harapan dalam rangka optimalisasi terhadap sumur-sumur yang sudah lama maupun lagi melakukan eksplorasi,” jelas bahlil.

Baca juga  Barrow-Wights Lord of the Rings Juga Mengikuti Tom Bombadil ke Rings of Power

Bahlil menyebut, Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung dan WK Salawati masih memproduksi gas hingga kini, dan beberapa sumur potensial diharapkan bisa ditingkatkan proses produksinya pada tahun 2026.

“Ini gasnya pun sampai sekarang masih jalan dan ada beberapa sumur yang insyaAllah, doain, di tahun 2026 ini bisa kita tingkatkan prosesnya,” ujar Bahlil.

Untuk itu, Petrogas bersama Pertamina sedang melakukan eksplorasi di sumur Karim-1 dan NW Klagagi-1. Selain itu juga melakukan Matoa Huff & Puff, Walio Pilot EOR, serta Onshore 3D Seismic Acquisition.

“Tadi saya sudah mendapat pemaparan dari Pertamina maupun Petrogas, bahwa sekarang mereka melakukan eksplorasi tambahan, sumur tambahan, baik di darat maupun di laut. Memang di laut ini butuh investasi yang jauh lebih besar ketimbang melakukan eksplorasi di darat,” jelasnya.

Baca juga  Jurnalis Nour Al-Din Abdo Martir dalam Pemboman Gaza Israel

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah dan SKK Migas juga siap memberikan berbagai insentif agar keekonomian proyek dapat terjaga.

“Saya sudah diskusi, ada secercah harapan untuk menemukan. Saya bilang, jalankan saja. Nanti dari SKK Migas dan dari pemerintah akan memberikan beberapa insentif kemudahan, termasuk dari keekonomian,” ujarnya.

Secara keseluruhan, disebutkan akan ada sekitar enam hingga tujuh sumur tambahan yang dibor dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi migas di wilayah tersebut.

“Ada, ada, ada sekitar 6-7 sumur tambahan,” tutupnya.