JAKARTA, BN NASIONAL – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2025 berkat keandalan operasional infrastruktur energi yang dikelola.
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menegaskan bahwa infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mendukung swasembada energi nasional.
“Pertagas terus bergerak maju untuk menjadi perusahaan infrastruktur energi terintegrasi berkelas dunia. Saat ini, Pertagas mengoperasikan 2.713 km pipa transmisi gas bumi dan 605 km pipa transmisi minyak bumi yang terkoneksi dengan jaringan Subholding Gas Pertamina,” ujar Indra dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).
Indra menambahkan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. “Pertagas sangat ketat menjalankan HSSE untuk mendorong kinerja positif perusahaan dan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” katanya.
Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, menyampaikan volume transportasi energi Pertagas terus tumbuh.
“Sepanjang semester pertama 2025, transportasi gas mencapai kurang lebih 290 ribu MMSCF yang didorong optimalisasi serapan dari aktivitas industri di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan. Pertagas juga berhasil menyalurkan volume transportasi minyak kurang lebih 31 juta BBL, sejalan dengan tambahan pasokan dari sumur hulu,” jelas Agung.
Pipa Minyak Rokan sepanjang 343 kilometer menjadi salah satu penopang utama peningkatan kinerja tersebut. Sejak beroperasi pada 2022, pipa ini menjaga kelancaran distribusi minyak dari Blok Rokan, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi lokal melalui serapan tenaga kerja dan program CSR.
Direktur Komersial Pertagas, Ryrien Marisa, menambahkan infrastruktur terintegrasi perusahaan kini melayani beragam sektor industri.
“Saat ini, Pertagas memiliki 71 pelanggan industri meliputi kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga jaringan gas kota (city gas), lebih dari 17 ribu UMKM, serta 270 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia,” kata Ryrien.
Selain itu, sinergi anak usaha juga menopang kinerja semester pertama. Perta Samtan Gas mencatat produksi sekitar 62 ribu ton LPG, sementara Perta Arun Gas merealisasikan regasifikasi LNG sebesar 26 ribu BBTU untuk kebutuhan energi sektor kelistrikan dan pupuk di Sumatera.
Pertagas menegaskan akan terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengandalkan operasi yang andal, standar keselamatan tinggi, dan komitmen memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat maupun generasi mendatang.





