JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang melakukan perencanaan untuk program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk desa yang menjadi salah satu program dari Presiden RI Prabowo Subianto sebesar 100 gigawatt (GW). Perencanaan tersebut bertujuan untuk menghitung nilai keekonomisan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, desain tersebut sedang dibuat, dan akan diumumkan apabila sudah selesai untuk dapat diimplementasikan.
“Kita lagi desain, kalau sudah selesai desainnya baru kita mulai umumkan. Sekarang kan kita cek dulu apakah ekonomis atau tidak, setelah itu kita akan dorong,” kata Bahlil saat ditemui di JCC Senayan, Rabu (17/9/2025).
Nantinya, program tersebut akan diimplementasikan untuk seluruh desa di Indonesia yang memiliki potensi surya. Satu desa dibuat mulai dari 1 sampai 1,5 megawatt (MW).
“Seluruh Indonesia. Itu kan program Bapak Presiden yang satu desa 1 sampai 1,5 megawatt,” ujar Bahlil.
Diketahui, Indonesia memiliki potensi PLTS yang sangat besar, diperkirakan antara 3.300 GW hingga 20.000 GW PLTS secara nasional. Namun, pemanfaatannya masih sangat kecil dibandingkan potensi tersebut, hingga Desember 2024 baru sekitar 912 MW yang sudah terpasang.
Pemerintah mengusulkan pembangunan PLTS lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sekitar 80.000 desa. Skema: sekitar 80 GW PLTS + 320 GWh Battery Energy Storage System (BESS) yang dikelola oleh koperasi desa, ditambah 20 GW PLTS terpusat.





