JAKARTA, BN NASIONAL- Memasuki usia ke-17 tahun, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian target produksi minyak dan gas (migas) nasional.
Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) ini berkomitmen menyediakan jasa pengeboran yang andal dan efisien demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan bahwa sejak didirikan pada 2008, perusahaan terus berinovasi dalam teknologi pengeboran migas.
“Sejak didirikan pada tahun 2008, Pertamina Drilling telah mengembangkan berbagai inovasi teknologi dalam sektor pengeboran migas. Perusahaan ini telah berhasil melakukan pengeboran di berbagai lokasi yang menantang di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau. Dengan armada rig yang modern dan tenaga kerja yang terlatih, Pertamina Drilling mampu melakukan pengeboran dengan efisiensi tinggi dan risiko yang minimal. Hal ini tentunya sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional, sehingga hasil yang diperoleh dapat berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan negara,” ujar Avep dalam keterangannya, Rabu (5/3/2025).
Sepanjang perjalanan bisnisnya, Pertamina Drilling terlibat dalam berbagai proyek besar, baik berskala nasional maupun internasional. Perusahaan ini menjadi mitra strategis dalam pengembangan lapangan migas di Sumatera dan Kalimantan yang kaya akan cadangan energi.
Kontribusi Pertamina Drilling juga terlihat dalam proyek pengeboran Migas Non-Konvensional (MNK) yang mendukung peningkatan cadangan dan produksi migas nasional. Hingga Januari 2025, kinerja perusahaan menunjukkan hasil positif dengan laba bersih mencapai USD 1,87 juta atau 104,4% dari target yang telah ditetapkan.
Produktivitas rig turut menunjukkan pencapaian menggembirakan dengan realisasi 113,5% dari target YTD Januari 2025. Capaian tersebut diperkuat dengan keberhasilan pengeboran 46 sumur atau 107% dari target yang ditetapkan.
“Selain fokus pada produksi, Pertamina Drilling juga sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja. Dalam setiap operasi pengeboran, perusahaan ini menerapkan standar keselamatan yang ketat dan melakukan pelatihan rutin bagi seluruh karyawan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proses pengeboran berlangsung dengan aman, serta menghindari potensi kecelakaan yang dapat merugikan pekerja dan lingkungan. Komitmen Pertamina Drilling terhadap keselamatan ini telah diakui oleh berbagai lembaga, menjadikan mereka salah satu perusahaan pengeboran teraman di industri migas Indonesia,” jelas Avep.
Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan 50 rig yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 47 rig onshore dan 3 rig offshore, termasuk 1 rig yang dialokasikan untuk Training Center.
Dengan komitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi terbaru, Pertamina Drilling optimistis menghadapi tantangan industri migas ke depan. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat menjadi kunci bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional.





