JAKARTA, BN NASIONAL – Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa Pertamina siap menawarkan penjualan base fuel RON 92 dan 98 tanpa aditif maupun pewarna kepada SPBU swasta melalui skema business to business (B2B). Langkah ini diambil menyusul laporan Kementerian ESDM terkait kekosongan pasokan di sejumlah SPBU non-Pertamina.
“Stok kami per 30 September 2025 dalam kondisi aman. Sisa kuota yang tersedia sebesar 4 juta barel, dan sebagian bisa dimanfaatkan untuk membantu rekan-rekan SPBU swasta yang mengalami kekurangan,” ujar Achmad dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).
Pertamina awalnya menawarkan SPBU swasta untuk membeli produk siap pakai dengan aditif khas Pertamina. Namun opsi tersebut ditolak karena masing-masing SPBU memiliki karakteristik dan merek tersendiri. Akhirnya, opsi penjualan base fuel dipilih agar swasta bisa menambahkan aditif sesuai standar produk mereka.
Meski demikian, Pertamina mengakui terdapat sejumlah kendala teknis dalam implementasi skema ini. Penyediaan base fuel membutuhkan penyesuaian infrastruktur, termasuk penyimpanan di tangki terpisah agar tidak bercampur dengan produk yang sudah diberi aditif.
“Secara operasional ada tantangan. Tapi demi kepentingan nasional, kami siap melaksanakan jika memang dibutuhkan,” tegas Achmad.
Di sisi lain, sejumlah SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan APR (joint venture AKR-BP) belum bisa melanjutkan negosiasi. Alasan utamanya terkait birokrasi internal serta perbedaan spesifikasi produk, termasuk keberatan atas kandungan etanol 3,5% dalam kargo base fuel yang ditawarkan.
Achmad menambahkan, meski kesepakatan belum tercapai, Pertamina tetap membuka ruang negosiasi ulang untuk pengiriman berikutnya jika kualitas base fuel sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan SPBU swasta.





