JAKARTA, BN NASIONAL – Upaya Pertamina Patra Niaga untuk memasok base fuel RON 92 dan 98 ke SPBU swasta menemui jalan buntu. Sejumlah SPBU non-Pertamina, termasuk Vivo dan APR (joint venture AKR-BP), menolak melanjutkan pembelian karena menilai kandungan etanol pada kargo tidak sesuai kebutuhan mereka.
Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa kandungan etanol sebesar 3,5% ditemukan dalam kargo MT Sakura yang disiapkan untuk suplai base fuel. Padahal, secara regulasi, etanol dalam BBM masih diperbolehkan hingga 20%.
“Secara aturan, etanol 3,5% masih dalam ambang batas yang diperkenankan pemerintah. Namun teman-teman SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian karena menganggap konten tersebut tidak cocok dengan karakteristik produk mereka,” jelas Achmad dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).
Vivo sempat menunjukkan minat untuk membeli, namun akhirnya membatalkan setelah proses negosiasi. Hal yang sama terjadi pada APR yang juga urung melanjutkan kesepakatan. Sementara Shell sejak awal menunda karena alasan birokrasi internal perusahaan.
Achmad menegaskan, penolakan tersebut lebih terkait spesifikasi merek masing-masing SPBU swasta yang memiliki standar berbeda, bukan persoalan kualitas BBM.
“Ini masalah konten, bukan kualitas. Setiap merek punya spesifikasi sendiri. Ada yang ingin begini, ada yang ingin begitu,” katanya.
Meski gagal pada kargo pertama, Pertamina menyatakan masih membuka peluang negosiasi untuk pengiriman berikutnya jika kualitas base fuel sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan SPBU swasta.





