PLN Belum Jalankan Program Dediesielisasi PLTD yang Diamanatkan Pemerintah Tiga Tahun Lalu

JAKARTA, BN NASI0NAL

Kementerian ESDM menyoroti PT PLN (Persero) atas lambannya pelaksanaan program dediesielisasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Padahal program ini telah d iamanatkan pemerintah sejak tiga tahun yang lalu.

Program dediesielisasi PLTD yang d imaksud adalah mengubah unit pemangkit yang sebelumnya menggunakan bahan bakar gasoil untuk beralih menggunakan gas menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

“Seharusnya program ini sudah berjalan. Itulah sebabnya kami terus mendorong PLN untuk mengambil tindakan,” ujar Arifin saat d itemui di Kementerian ESDM, Jumat (8/3/2024).

Arifin menyebut, penggunaan gas sebagai bahan bakar untuk PLTG dapat membuat harga listrik menjadi lebih terjangkau. Alasannya karena gas yang d iperuntukkan untuk listrik memiliki harga yang lebih rendah.

“(Harga gas) tidak mahal, dan kita juga yang menentukan harga gas yang d iperuntukkan untuk pembangkit listrik. Sehingga harganya tidak terlalu tinggi. Yang penting adalah pelaksanaannya, sampai sejauh mana hal ini dapat d ijalankan,” ujar Arifin.

Baca juga  Jangan Lihat Sekarang, Tapi Ozempic Mungkin Bisa Membantu Anda Berhenti Merokok Juga

Saat ini, program dediesielisasi d itargetkan untuk mencakup 1,6 Gigawatt (GW) dan 2.200 unit pembangkit kecil.

“Ada 1,6 GW yang seharusnya sudah kita lakukan tiga tahun lalu namun belum d ijalankan. Bahkan ada juga sekitar 2.200 unit pembangkit kecil yang juga seharusnya telah beralih dari diesel,” jelas Arifin.

Sebelumnya, pada Desember 2023, PLN telah menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan energi yaitu ib vogt GmbH dari Jerman, PT Indika Energy Utama Tbk (INDY), dan Infraco Asia Development Pte., Ltd.

Program ini akan d ibagi menjadi dua klaster, di mana kolaborasi antara PLN Nusantara Power dan ib vogt GmbH akan bertanggung jawab untuk mendorong dedieselisasi di klaster pertama yang meliputi wilayah Indonesia bagian Barat.

Sementara itu, kolaborasi antara PLN Indonesia Power, PT Indika Energy Utama Tbk, dan Infraco Asia Development Pte.,Ltd. akan bertanggung jawab untuk mendorong dedieselisasi di klaster kedua yang meliputi wilayah Indonesia bagian Timur.

Baca juga  KTP Digital Berlaku Mulai Akhir 2022, Cara Aksesnya Pakai Smartphone di Aplikasi Milik Kemendagri

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa saat ini PLN memiliki kurang lebih 5.200 PLTD yang tersebar di sekitar 2.100 lokasi. Dengan dedieselisasi, pihaknya berharap dapat mengurangi biaya dan emisi karbon yang besar dari operasional PLTD.

“Dalam jangka panjang, program dedieselisasi ini d iharapkan tidak hanya akan menyelamatkan bumi dari ancaman perubahan iklim, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal, murah, dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.*[]