JAKARTA, BN NASIONAL – PT Timah Tbk tengah berupaya mencari tambahan suplai bijih timah untuk mengoptimalkan kinerja smelter Ausmelt yang baru dioperasikan. Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara, mengatakan kapasitas smelter tersebut sebenarnya cukup besar, namun pasokan bahan baku masih terbatas.
“Bisa, saya kasih, kasih clue dan itu menjawab secara general saja, memang untuk smelter or smelter ausmelt kita itu dari sisi kapasitas produksinya masih cukup besar, tapi dari sisi supply pasokan kita kasih itu masih kurang, itu saja, padahal kapasitasnya besar sekali, nah, ini yang sehingga bisa dikatakan harus dioptimalkan pasokannya itu, itu yang kita harapkan dari segala macamnya karena itu perjanjian mitra lo harus store sekian sekian untuk smelter-nya, baru bisa,” kata Suhendra dalam sesi diskusi dengan wartawan di Pangkalpinang, dikutip Selasa (26/8/2025).
Ia menambahkan, kendala utama bukan pada teknologi, melainkan kuantitas suplai bijih timah yang bisa masuk ke smelter.
“Kuantiti dari supply untuk bisa masuk ke ke smelter,” ujarnya singkat.
Menurut Suhendra, kapasitas terpasang smelter Ausmelt PT Timah mencapai 40 ribu ton. Namun, utilisasinya baru sekitar 30 persen.
“Saat ini mungkin, let’s say, masih di 30% yang masih dioptimalkan, makanya sisanya masih banyak sekali, ya, makanya kita mengoptimalkan semua agar dari sisi produksi PT Timah ini meningkat, 40 ribu, 40 ribu kapasitas terpasang kita,” tuturnya.





