PT Timah Tbk Cetak Laba Rp1,19 Triliun, Bangkit Spektakuler dari Rugi di Tengah Fluktuasi Global

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Timah (TINS) membuktikan ketangguhannya di tengah tekanan industri global dengan mencatat laba bersih Rp1,19 triliun pada tahun 2024. Capaian ini menandai lonjakan signifikan sebesar 364 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang membukukan rugi bersih Rp449,67 miliar.

Kinerja gemilang ini tercermin dalam Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit hingga 31 Desember 2024. Lonjakan harga rata-rata logam timah di London Metal Exchange (LME) menjadi USD 30.177,45 per ton, naik 16,3 persen dari tahun sebelumnya menjadi salah satu faktor pendorong kinerja positif perusahaan.

Meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi makro dan pasokan yang ketat, PT Timah mampu menunjukkan kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan melalui efisiensi, penguatan produksi, serta pengelolaan utang berbunga yang lebih baik.

Dari sisi operasional, PT Timah mencatat peningkatan produksi bijih timah sebesar 31 persen menjadi 19.437 ton Sn, sementara produksi logam timah naik 23 persen menjadi 18.915 metrik ton. Penjualan logam timah pun tumbuh 22 persen menjadi 17.507 ton, didukung oleh harga jual rata-rata yang meningkat 17 persen menjadi USD31.181 per metrik ton.

Baca juga  Jepang Umumkan Tidak Akan Kirim Delegasi Pemerintah ke Olimpiade Beijing 2022

Mayoritas penjualan (88 persen) ditujukan untuk ekspor dengan enam negara utama tujuan yakni Korea Selatan (19 persen), Singapura (18 persen), Jepang (15 persen), Belanda (12 persen), India (10 persen), dan China (7 persen).

Pendapatan perusahaan melonjak 29,37 persen menjadi Rp10,86 triliun, sejalan dengan meningkatnya volume dan harga jual. Di sisi lain, beban pokok pendapatan hanya naik tipis 1,26 persen menjadi Rp8,03 triliun, menunjukkan keberhasilan efisiensi operasional.

Corporate Secretary PT Timah, Rendi Kurniawan, mengatakan pencapaian ini tak lepas dari strategi optimalisasi dan efisiensi yang dijalankan Perseroan sepanjang tahun.

 “Perseroan berhasil mencapai kinerja yang cemerlang pada tahun 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun, naik 364 persen dibandingkan dengan pencapaian kinerja Perseroan pada tahun sebelumnya yang membukukan rugi bersih sebesar Rp449,67 miliar,” kata Rendi dalam RUPS Tahun Buku 2024 di, Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Baca juga  Petronas dan Mubadala Energy Tertarik Garap Blok Tuna Bareng Harbour

EBITDA PT Timah tercatat sebesar Rp2,71 triliun, atau melonjak hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas menurun 19,08 persen menjadi Rp5,35 triliun berkat pelunasan pinjaman dan pembelian kembali medium term notes (MTN). Ekuitas pun meningkat 19,35 persen menjadi Rp7,45 triliun.

Rasio keuangan PT Timah menunjukkan penguatan dengan Current Ratio sebesar 222 persen, Debt to Asset Ratio sebesar 41,8 persen, dan Debt to Equity Ratio 71,8 persen. Kinerja positif ini juga tercermin dalam opini audit “Wajar Tanpa Modifikasian” dari KAP RSM, serta peringkat “Single A” dari PEFINDO yang mencerminkan kondisi perusahaan yang “Sehat”.

Perseroan juga mendapatkan rating “Good/Baik” dalam penilaian tata kelola perusahaan berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard.

 “Perseroan juga telah merumuskan sejumlah strategi utama yang dirancang secara terintegrasi dan berorientasi jangka panjang,” ujar Rendi, menyebut strategi seperti penguatan cadangan, transformasi proses bisnis, hingga pengembangan center of excellence.

Baca juga  Eks Penasihat Trump Serukan Satu Agama di Amerika Serikat

RUPS menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp63,73 per lembar saham atau total Rp474,65 miliar, setara 40 persen dari laba bersih tahun buku 2024.

 “Terima kasih atas kepercayaan pemegang saham, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha jangka panjang,” ujar Rendi.