JAKARTA, BN NASIONAL – PT Timah Tbk menetapkan aturan baru bagi para mitra tambang dengan mewajibkan adanya target setoran bijih timah. Perusahaan juga menyiapkan sanksi bagi mitra yang tidak memenuhi ketentuan tersebut.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara, menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari penataan jangka pendek perusahaan dalam kerja sama dengan mitra.
“Jangka pendek tadi, bahwa kita ingin secara, kan kita sudah punya mitra-mitra. Nanti kami coba, khususnya dari direktorat yang saya pegang, itu kan ada satu persyaratan-persyaratan yang saya lihat disitu, mau tidak mau bisa kita adjust disitu dalam klausul-klausul misalnya perjanjian kita dengan mitra. Hal ini yang saya lihat masih sedikit longgar. Nah kita mau memperketat disitu dengan suatu persyaratan requirement bahwa ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh mitra dan itu menjadi hak bagi PT Timah,” kata Suhendra dalam sesi diskusi dengan wartawan di Pangkalpinang, dikutip Selasa (26/8/2025).
Menurut Suhendra, selama ini tidak ada kewajiban bagi mitra untuk menyerahkan volume bijih secara konsisten. Karena itu, perusahaan akan mulai memberlakukan target yang jelas.
“Selama ini kan tidak ada itu kewajiban bagi pihak mitra untuk, misalnya dalam konteks volume per hari, per bulan itu berapa yang bisa diserahkan. Kan ada rumusan. Bisa kita pakai rumusan itu. dan ini yang saya coba lakukan saat saya masuk di PT Timah. Kalau enggak diberlakukan seperti ini, mereka, ‘wah kami seminggu ini cuma 10 ton atau cuma 1 ton.’ Harus target. Kita kan tahu itu. Cadangan yang ada disitu kita tahu,” jelasnya.
Terkait sanksi, Suhendra menegaskan evaluasi akan dilakukan jika mitra tidak mencapai target.
“Nah itu pun salah satu yang saya harapkan untuk kita adjust di situ. Mau tidak mau. Kalau kita memperlakukan itu kan harus ada sanksi, minimalnya kita evaluasi. Minimalnya perjanjian ini kita evaluasi,” tegasnya.
Lebih jauh, PT Timah juga menyiapkan skema penghargaan dan hukuman dalam pola kerja sama dengan mitra tambang.
“Bisa dikatakan begitu. Artinya kita ingin dari sisi rules, regulasi, aturan yang kita buat dengan mitra itu memang benar-benar ya harus ada, basicnya adalah keadilan,” ujar Suhendra.
Dalam jangka panjang, PT Timah menargetkan menjadi pemimpin industri penambangan timah di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.
“Grand designnya kita ingin agar PT Timah menjadi lead dalam penambangan timah yang ada di Indonesia dan khususnya di Bangka Belitung,” katanya.





