Sektor Pertambangan Terus Didorong Menuju Hilirisasi Industri Tambang Berkelanjutan

JAKARTA, BN NASIONAL

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, bersama pemangku kepentingan lainnya, tengah merancang strategi untuk memperkuat hilirisasi industri tambang yang berkelanjutan.

Langkah ini adalah bagian dari reindustrialisasi ekonomi nasional.

Pemahaman bahwa hilirisasi yang berkelanjutan bisa membuka peluang bagi Indonesia dalam rantai pasok global, meningkatkan pendapatan negara, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional menjadi fokus utama.

Arifin menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor mineral dan batubara (minerba) yang memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi serta kemandirian industri nasional.

“Kami percaya bahwa peningkatan nilai tambang mineral memegang peran penting dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah memiliki rencana hilirisasi mineral dan peningkatan sektor batubara di masa mendatang,” ujar Arifin dalam Indonesia Mining Summit 2023 di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/10/2023).

Baca juga  Politik | 12 Apr 2025 Edisi

Adanya cadangan mineral yang melimpah, peluang pasar yang luas, serta kebijakan dan regulasi yang jelas, menjadi dorongan bagi para pelaku industri untuk berinvestasi dalam hilirisasi sektor minerba.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti bagaimana Indonesia dapat menarik investasi untuk mendukung hilirisasi tambang di dalam negeri.

Hal ini mencakup cara investor dapat mendorong percepatan proses hilirisasi dengan mengembangkan produk yang bernilai tambah tinggi, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.

Aspek pendanaan untuk industri tambang yang berkelanjutan juga menjadi perhatian utama dalam diskusi.

Terdapat peluang bagi institusi keuangan untuk mendukung proyek smelter yang dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi penerimaan negara.

Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA), Rachmat Makkasau, mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah di sektor tambang. IMA melihat ini sebagai strategi besar untuk reindustrialisasi di Indonesia.

Baca juga  Kepala Otorita IKN Nusantara: Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Dimulai dari Istana Negara

“Kami berharap kebijakan hilirisasi ini akan berkelanjutan, sehingga industri dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan domestik dan bersaing di pasar global yang luas,” ungkap Rachmat.(*)