BN Nasional – Cacar monyet (monkeypox) yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global, mirip Covid-19 di awal bulan Februari 2020 lalu. Maka wajib waspada dan siaga.
Hal itu dikatakan Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban kepada Beritasatu.com, Senin (25/7/2022).
Peringatan darurat kesehatan global atau Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) dikeluarkan WHO karena wabah tersebut diketahui telah menginfeksi hampir 17.000 orang di 75 negara.
“Bisa dilihat dari Februari 2020 lalu, Covid-19 sudah menyebar ke banyak negara, namun saat itu Indonesia belum ada Covid-19,” katanya.
Tetapi akhirnya virus Corona masuk Indonesia pada 2 tahun lebih yang lalu yang tidak disangka-sangka dan pertama kali diumumkan sejak 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa terdapat dua pasien Covid-19. Tentunya pengumuman ini langsung menghebohkan publik.
Pemerintah mengonfirmasi dua kasus pertama yang menimpa seorang ibu (64) dan putrinya (31) di Depok, Jawa Barat. Keduanya terinfeksi Corona dari warga negara Jepang yang sempat datang ke Indonesia pada Februari 2020.
Maka dari itu, pakar kesehatan IDI ini mengimbau masyarakat selalu waspada, disiplin protokol kesehatan (prokes) dan menjalankan pola hidup yang bersih.
Menurutnya, Indonesia wajib siaga karena tidak menutup kemungkinan cacar monyet juga dilaporkan di Tanah Air. Terlebih, WHO menyebut penularan virus cacar monyet di banyak negara terbilang moderat dan di Eropa relatif tinggi.
“Menyusul pernyataan WHO bahwa wabah cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan global, maka Indonesia perlu siap siaga. Ini bukan endemik karena sudah menyebar banyak negara dalam waktu cepat,” ungkapnya.
“Sangat penting untuk mengonsolidasikan strategi mitigasi di berbagai tingkatan karena lebih dari 16.000 kasus telah menyebar di 75 negara saat ini. Waspada,” pesan prof Zubairi.
WHO menekankan risiko penularan cacar monyet bisa mengintai semua orang, tidak hanya dikategorikan pada kelompok tertentu saja. Penularan virus sejauh ini dilaporkan melalui kontak dekat.
Ditegaskan, untuk mencegah infeksi, hindari kontak dari kulit ke kulit terhadap orang dengan cacar monyet.
Prof Zubairi pun membagikan langkah pencegahan cacar monyet:
1. Jangan sentuh korengnya.
2. Jangan cium, peluk, dan berhubungan intim dengannya (penderita cacar monyet).
3. Jangan sentuh tempat tidur, handuk, dan pakaiannya.
4. Jangan berbagi peralatan makan dan minum.
5. Sering cuci tangan pakai sabun.
Sumber.
https://www.beritasatu.com/news/955687/siaga-cacar-monyet-mirip-covid19-saat-februari-2020/?view=all





