Sistem Perizinan Minerba Sudah Baik, IMA: Transparansi Tetap Dijaga

Jakarta, BN Nasional -Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengatakan, kemudahan perizinan sudah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam beberapa tahun terakhir melalui penerapan submission electronic, MOMS, MODI, e-PNBP dan evaluasi secara elektronik.

“Hal ini sangat memudahkan para pengusaha untuk melakukan proses izin dan juga melihat data secara transparan, ini harus tetap dijaga dan sebaiknya tidak berubah dalam kondisi apapun,” kata Rachmat, Rabu (16/8/2023).

Gebrakan ini diyakini Minerba berkontribusi pada tahun 2022 penerimaan pendapatan bukan pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mencatat sejarah terbesar yakni Rp 183 triliun, atau meningkat 180% dari target yang ditetapkan Rp 101 triliun di tahun 2022. Kenaikan tersebut karena faktor harga dan juga kejelasa perizinan yang diberikan ke perusahaan.

Baca juga  PLN Gandeng Mitsubishi Uji Coba Amonia dan Hidrogen pada Pembangkit Listrik

IMA berharap Ditjen Minerba Kementerian ESDM harus terus menjaga kualitas perizinan meski di tengah banyaknya kasus yang sedang mendera para pejabat di sana. Apalagi saat ini para pengusaha pertambangan tengah bergiat untuk melakukan aktivitas administrasi demi melakukan kegiatan produksi.

Pasca kejadian kasus penambangan ilegal di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara milik PT Antam Tbk yang menyeret mantan Dirjen Minerba Ridwan Djamaludin, Ditjen Minerba harus tetap bekerja secara profesional dan melayani berbagai perizinan tambang.

Ia menilai dengan berbagai inisiatif yang dilakukan Ditjen Minerba Kementerian ESDM tersebut para pengusaha pertambangan sangat terbantu dan bisa membuat industri berkontribusi lebih maksimal.

Perusahaan pertambangan perlu mendapat kepastian dalam berbisnis agar pendapatan negara bisa semakin membesar yang ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat melalui APBN yang dikeluarkan.

Baca juga  Investor Harap Bersiap! Saham GOTO Mulai Diperdagangkan Hari Ini, Harganya Mulai Rp338

Selain proses perizinan rutin, saat ini ada beberapa tantangan yang dihadapi perusahaan pertambangan guna memberikan pendapatan yang besar bagi negara.

“Selain berproduksi secara efisien, tantangan saat ini untuk terus menyesuaikan dengan tuntutan dan standar yang lebih tinggi lagi, penerapan ESG dan SDG’s, perusahaan tambang juga terutama IMA untuk mulai melaporkan dan mempromote best practices,” jelas Rachmat. (Louis/Rd0