JAKARTA, BN NASIONAL – Sektor pertambangan Indonesia kembali menegaskan peran ganda: menopang perekonomian nasional sekaligus menghadirkan nilai tambah sosial bagi masyarakat sekitar tambang. Wujud apresiasi terhadap komitmen ini, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menghadirkan penghargaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif bagi badan usaha komoditas mineral dalam ajang Subroto Award 2025.
Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral tengah melakukan wawancara kepada badan usaha komoditas mineral peserta Subroto Award ke-8 Tahun 2025 kategori PPM Terinovatif di Bandung pada 20–23 Agustus. Hasil wawancara tersebut akan menjadi dasar penetapan nominator penerima penghargaan.
Penghargaan diberikan kepada badan usaha subsektor mineral yang telah menjalankan program PPM paling berdampak positif bagi masyarakat di sekitar tambang. Peserta seleksi berasal dari berbagai badan usaha, mulai dari pemegang Kontrak Karya (KK), IUPK, IUP Mineral Logam, hingga IUP Bukan Logam dan Batuan.
Mereka bersaing menampilkan inovasi PPM di delapan aspek: pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, partisipasi publik, kelembagaan, serta sarana publik penunjang PPM. Penilaian dilakukan ketat berdasarkan tujuh kriteria utama, mulai dari profil program inovasi, perencanaan, analisis masalah, bentuk inovasi, hasil dan manfaat, keberlanjutan, hingga data kondisi lapangan.
“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan bukti nyata bahwa sektor pertambangan mampu memberi manfaat luas. Kita ingin menunjukkan bahwa pertambangan tidak hanya menghasilkan devisa negara, tapi juga menciptakan nilai tambah sosial yang dirasakan langsung masyarakat,” kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba, Cecep Mochammad Yasin, dikutip Rabu (27/8/2025).
Selama ini, program PPM telah melahirkan berbagai inovasi sosial di wilayah tambang, mulai dari pendidikan berbasis teknologi digital, klinik kesehatan terpadu, hingga pelatihan kewirausahaan yang melahirkan pelaku usaha mandiri.
Subroto Award ke-8 dijadwalkan digelar akhir September 2025. Ajang ini diharapkan menjadi momentum memperkuat citra positif pertambangan Indonesia sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dan pelaku usaha dalam menjalankan praktik good mining practices yang berkelanjutan.
Dengan PPM Terinovatif, industri pertambangan tak hanya memperkokoh ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar tambang tumbuh sejahtera bersama.





