Temui Aplikasi Fashion Baru yang Didukung AI dan Selebriti Favorit Anda

AI terus membuat terobosan dalam industri fesyen: AI telah menguasai sektor fesyen senilai $2 miliar dan diperkirakan akan mencapai $26 miliar pada tahun 2032, yang sebagian besar didorong oleh permintaan akan pengalaman yang dipersonalisasi. Meskipun pengecer masih terus mengejar ketertinggalan, beberapa startup mulai mengubah cara kita berbelanja, menggunakan AI untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih lancar, disesuaikan, dan terpadu.

OneOff adalah salah satunya, dan bisa menjadi tujuan belanja fashion yang unik. Didirikan oleh Emir Talu dan Bobby Maylack, OneOff adalah aplikasi belanja bertenaga AI, yang dikurasi oleh selebritas, pembuat selera, dan teman Anda. Berbeda dengan produk yang sudah ada di pasaran, fokus utamanya adalah pada penemuan. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu pendiri Maylack: “Sebagian besar dari apa yang kami lihat ditujukan untuk membeli, bukan berbelanja. Kami ingin penemuan dan keterlibatan menjadi elemen kunci dari platform kami, menjadikan prosesnya menyenangkan dan lancar.”

Kesadaran mereka muncul setelah merefleksikan betapa drastisnya perkembangan cara kita berbelanja dalam satu dekade terakhir. Meskipun penemuan biasanya terjadi terutama di toko fisik, kini penemuan tersebut terjadi di e-commerce, feed TikTok, dan Instagram Stories. Hal ini menyebabkan banyak startup teknologi berupaya mengaburkan batasan antara media sosial dan e-commerce, dan menyadari sebuah kebenaran sederhana: selebriti dan influencer telah menjadi salah satu sumber utama penemuan dan pembelian merek. Namun masih banyak hambatan yang terjadi dalam prosesnya: menemukan barang-barang yang dikenakan oleh selebriti sering kali melibatkan gabungan tangkapan layar, penelusuran Pinterest, dan penjelajahan akun penggemar Instagram. Hal itulah yang menjadi inti dari proposisi nilai OneOff: selebriti berbagi apa yang sebenarnya mereka kenakan, penjelajahan dipersonalisasi, dan check-out terpadu, menjadikan jalur pembelian lancar dan sangat menarik.

Baca juga  Luar Biasa, 10 Rekornas Tercipta dari Arena Renang Peparnas Papua

Saat pengguna membuat profil, mereka diminta untuk menentukan preferensi gaya pribadinya. Dari sana, mereka dapat mengikuti selebritas terverifikasi, menjelajahi apa yang ada di daftar keinginan dan lemari mereka, dan berlangganan hasil edit yang dikurasi berdasarkan musim, peristiwa, atau obsesi terkini. Setiap interaksi memenuhi algoritme aplikasi, menyempurnakan rekomendasi untuk memberikan saran produk yang semakin disesuaikan. Pengguna yang mengeklik suatu item akan dialihkan ke salah satu mitra ritel aplikasi (yang mencakup Net-a-Porter, Moda Operandi, Mytheresa, Ssense, dan Revolve) dan dapat melakukan check-out secara instan, dengan setiap pembelian asli aplikasi, menangkap perilaku konsumen untuk lebih menyempurnakan algoritme.

Penjelajahan dapat dilakukan sesuai target—atau sebagai eksplorasi—sesuai keinginan pengguna. Mereka dapat mencari pakaian untuk acara tertentu atau menelusuri penampilan selebriti favoritnya. Pembuat selera saat ini di aplikasi ini antara lain Winnie Harlow, Suki Waterhouse, Olivia Palermo, dan Olivia Jade. Seiring berjalannya waktu, OneOff berencana mengizinkan kreator mana pun yang memiliki keterlibatan kuat untuk terverifikasi dan mendapatkan komisi dari pembelian dalam aplikasi.

Baca juga  Kementerian ESDM Siapkan Blok Migas Wilayah Timur Dilelang Bulan Depan

Baik Maylack maupun Talu menekankan pentingnya keterlibatan sebagai inti dari lepas landasnya OneOff. Akses terhadap perilaku belanja selebriti yang sebenarnya membuat aplikasi ini berbeda, namun peluang bagi pengguna untuk membangun profil mereka sendiri dan menyusun daftar mode (tersedia untuk dijelajahi oleh teman dan pengikut) juga sama kuatnya: “Cara kami membangun interaksi dan membuat orang terus menggunakan aplikasi ini adalah dengan dapat melihat apa yang disukai dan dibeli oleh orang lain – baik teman maupun selebritas kami – karena pada akhirnya, mode adalah sebuah percakapan,” aku Talu.

Meskipun AI mungkin menjadi tulang punggung aplikasi ini, kurasi yang dilakukan oleh manusia tetap menjadi hal yang utama. OneOff mendorong pengguna untuk membuat katalog mereka sendiri sekaligus memastikan arah keseluruhan platform tetap berakar pada gaya otentik, itulah sebabnya para pendiri menunjuk penata gaya selebriti Jamie Mizrahi sebagai Direktur Kreatif.

Baca juga  Bagaimana tarif akan memengaruhi mode cepat?

“Sebagai penata gaya, pekerjaan saya sulit untuk diukur, namun dengan AI, kami dapat memperluas akses ke gaya pembuat selera dan selebriti favorit kami, membantu meningkatkan kreativitas fesyen, bukan menggantikannya,” kata Mizrahi. Dalam perannya, dia akan mengatur pengeditan pakaian sambil membentuk katalog produk secara keseluruhan dan menampilkan tren yang sedang berkembang.

Misrahi menggemakan pengamatan para pendiri mengenai betapa kompleksnya belanja saat ini: “Saya menemukan merek-merek baru melalui teman-teman, Vogue Runway, pengecer fesyen seperti Net-A-Porter, dan secara umum hanya melalui internet,” katanya kepada kami. “OneOff menyatukan semuanya, menciptakan ruang di mana Anda dapat berbelanja lemari selebriti favorit Anda, mengikuti teman-teman Anda, dan melihat apa yang sedang tren.”

Fashion selalu tentang ekspresi dan penemuan pribadi. Namun perjalanan penemuan kini semakin terfragmentasi, karena perdagangan sosial mengubah cara konsumen menemukan, terlibat, dan terhubung dengan merek. OneOff mencerminkan seberapa besar para pembuat selera memengaruhi pilihan fesyen kita, dan menggambarkan dengan tepat bagaimana pengalaman berbelanja generasi mendatang: aspiratif, menarik, dan sangat personal.

BN Nasional

Posting Terkait

Jangan Lewatkan