JAKARTA, BN NASIONAL – Timah mulai menunjukkan potensinya sebagai material kunci dalam pengembangan baterai ion natrium (Sodium-Ion Battery/SIB), menantang dominasi baterai ion litium (LIB) dalam industri penyimpanan energi. Material ini dinilai mampu menjadi solusi masa depan untuk kebutuhan energi yang lebih murah, melimpah, dan ramah lingkungan.
Sebagai anoda, timah menawarkan kapasitas teoritis tinggi hingga 847 mAh/g berkat pembentukan senyawa Na₁₅Sn₄ saat bereaksi dengan natrium. Hal ini menjadikan timah salah satu kandidat paling menjanjikan dalam mendorong performa SIB agar mendekati bahkan menyamai LIB.
Menurut data Scopus, jumlah publikasi ilmiah tentang anoda timah untuk SIB melonjak signifikan, mencapai 108 publikasi sepanjang 2024. Ini menunjukkan antusiasme dunia riset terhadap pemanfaatan timah dalam teknologi baterai alternatif.
Penelitian juga tengah mengembangkan berbagai bentuk material berbasis timah, termasuk paduan, komposit, dan timah sulfida yang dikombinasikan dengan karbon keras. Inovasi ini bertujuan mengatasi kelemahan timah, seperti ekspansi volume hingga 400% yang dapat memperpendek usia pakai baterai, serta ketidakcocokan dengan elektrolit berbasis karbonat.
Solusi yang sedang dieksplorasi mencakup struktur nano, paduan dengan logam lain, dan penggunaan elektrolit berbasis glime yang lebih stabil terhadap timah. Strategi-strategi ini diharapkan mampu memperpanjang siklus hidup dan meningkatkan efisiensi SIB secara keseluruhan.
Dengan ketersediaan global yang melimpah dan biaya lebih rendah dibandingkan litium, timah berpotensi menjadi elemen strategis dalam rantai pasok energi global ke depan.





