Menteri ESDM: Perang Dagang Harus Dihadapi dengan Optimalisasi Lifting dan Hilirisasi

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi isu potensi tarif dagang yang bisa berdampak pada perekonomian nasional dengan menekankan pentingnya optimalisasi sektor energi dan penguatan ekonomi domestik.

“Kalau kita dari sisi energi, yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana mengoptimalisasi lifting,” kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Kamis (10/4/2025)

Ia menyebutkan bahwa langkah tersebut menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak global.

Lebih lanjut, Menteri ESDM menekankan bahwa arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Indonesia harus memperkuat ekonomi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.

“Kita harus berdiri di kaki kita sendiri. Maka konsekuensinya adalah kita harus mampu memetakan mana yang menjadi keunggulan-keunggulan komparatif kita,” jelas Bahlil.

Baca juga  Danantara Biayai Energi Fosil, Indonesia Terancam Rugi Besar

Salah satu keunggulan tersebut, menurutnya, terletak pada kekayaan bahan baku yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, hilirisasi industri menjadi solusi yang tidak bisa ditawar lagi.

“Hilirisasi adalah salah satu solusi agar nilai tambahnya bisa kita nikmati sendiri,” katanya.

Meskipun perang dagang menjadi kekhawatiran global, Menteri ESDM meminta publik untuk tidak panik. Menurutnya, dinamika tersebut merupakan hal yang biasa dalam hubungan perdagangan internasional.

“Betul bahwa ada terjadi perang dagang, tapi ini jangan juga dianggap sesuatu seolah-olah wah banget. Biasa aja, dinamika,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditopang oleh konsumsi rumah tangga (53%), investasi (30%), dan belanja pemerintah. Karena itu, menjaga kestabilan konsumsi dan mendorong investasi tetap menjadi kunci pertumbuhan nasional di tengah tantangan eksternal.