Bahlil Sebut Tidak Ada Moratorium Smelter Nikel, Beda Suara Dengan Menteri ESDM

Jakarta, BN Nasional – Kebutuhan bijih nikel saprolit di Indonesia dengan kadar lebih dari 1,7 persen dalam satu tahun kurang lebih mencapai 82 sampai 130 juta ton untuk smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Cadangan saprolit sebanyak 3,93 miliar ton diprediksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya memiliki umur 9 tahun.

Konsumsi bijih nikel saprolit yang banyak tersebut, membuat Kementerian ESDM mulai mengkaji rencana moratorium pembangunan smelter RKEF yang menghasilkan produk Nickel Pig Iron (NPI) dan Feronickel (FeNi)

“Kita lagi bahas ya (moratorium smelter nikel), karena kita menuju ke hilir yang lebih punya nilai tambah dan bisa mendukung sasaran kita untuk transisi energi. Kita akan evaluasi, kan ini ada yang terintegrasi dan non integrasi. Kita harus duduk bersama ke depannya arah kebijakan arah hilirisasi kita harus menuju ini ini kita harapkan ada komunikasi dengan Kementerian Perindustrian,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (9/6/2023).

Baca juga  Kementerian ESDM Sedang Persiapkan RKAB Minerba 3 Tahun

Sementara itu, Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan, tidak ada moratorium untuk smelter RKEF nikel, namun dalam proses izin untuk pembangunan smelter RKEF diperketat dan tax holiday dihapuskan.

“Moratorium nggak, tapi gak kita kasih insentif, dan sekarang kita dorong pakai Energi Baru Terbarukan (EBT), gak boleh lagi batu bara. Sampai sekarng masih kasih izin, tapi kita perketat, karena dia bukan lagi bagian dari industri pioner,” kata Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jumat (30/6/2023).

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, sudah ada 34 perusahaan smelter nikel yang beroperasi di Indonesia dengan metode pirometalurgi. Sementara tercatat ada 17 smelter yang masih konstruksi dan 6 masih dalam tahap uji kelayakan (feasibility study/FS).

Jumlah tungku smelter RKEF yang dimiliki oleh 34 perusahaan tersebut sebanyak 126 unit yang tersebar di Sulawesi dan Maluku.

Baca juga  Opsi Perluas Penerima Insentif Konversi Motor Listrik

Saat ini, produksi NPI dan feronikel dari smelter pirometalurgi di Indonesia mencapai 27 juta ton per tahun dan total kapasitas produksi stainless steel mencapai 31,66 juta ton per tahun. (Louis/Rd)