JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah terus tancap gas dalam upaya mengejar target ambisius lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan hal ini saat meninjau langsung Lapangan Senipah – Peciko – South Mahakam (SPS) milik PT Pertamina Hulu Mahakam serta fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) milik ENI Muara Bakau.
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk mengevaluasi langsung perkembangan produksi migas di lapangan, guna memastikan target lifting yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dapat tercapai.
“Lifting minyak kita sekarang kan hanya 580 ribu barel per day dan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita 605 ribu barel per day di tahun 2025. Dan Insya Allah akan bisa mencapai bahkan melebihi target dari apa yang dicanangkan dalam APBN,” kata Bahlil saat meninjau infrastruktur energi di Kalimantan Timur, dikutip Senin (5/5/2025).
Lebih jauh, ia menekankan bahwa peningkatan produksi migas merupakan agenda prioritas Pemerintah, terutama dalam rangka mendukung visi swasembada energi seperti yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo, meminta kepada kita (ESDM), pada tahun 2029 minimal 900 ribu barel oil per day hingga 1 juta bopd,” ujarnya.
Lapangan SPS merupakan bagian strategis dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam, yang kini dikelola Pertamina Hulu Mahakam (90%) bersama PT Migas Mandiri Pratama Kutai Kalimantan Timur (10%). WK Mahakam mencakup area seluas 3.266 km² dan didukung oleh enam fasilitas utama.
Hingga Maret 2025, rata-rata lifting dari Lapangan SPS mencapai 25.000 barel minyak dan kondensat per hari serta 399 juta standar kaki kubik gas per hari. Sejak 2018 hingga kuartal I 2025, total bagi hasil kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) telah mencapai sekitar USD 207,5 juta.
Menariknya, Bahlil juga menyoroti pentingnya optimalisasi sumur-sumur tua sebagai strategi percepatan produksi. Ia menyebutkan bahwa beberapa sumur yang sebelumnya dianggap tidak produktif ternyata mampu menghasilkan kembali dengan bantuan teknologi seperti Enhanced Oil Recovery (EOR).





