JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah menargetkan penambahan pembangkit listrik sepanjang 2025 sampai 2035 mencapai 69,5 Gigawatt (GW) yang tercantum dalam Rencana Umum Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL).
Secara keseluruhan, energi baru terbarukan (EBT) mencapai 76 persen, yang terdiri dari 42,6 GW pembangkit dan storage 10,3 GW. Sisanya 16,6 GW masih dari energi fosil gas dan batubara.
“Nah jadi kalau teman-teman media tanya saya terus tentang konsistenkah pemerintah dalam mendorong energi terbarukan sebagai bentuk dari peraturan sisi energi, nah ini,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam Konferensi Pers RUPTL di Kementerian ESDM, Senin (26/5/2025).
Secara rinci, 42,6 GW EBT tersebut terdiri dari surya sebesar 17,1 GW, air sebesar 11,7 GW, angin sebesar 7,2 GW, panas bumi sebesar 5,2 GW, bioenergi sebesar 0,9 GW, dan nuklir sebesar 0,5 GW.
Selanjutnya, untuk storage sebesar 10,3 GW terdiri dari baterai sebesar 6 GW dan PLTA Pumped Storage sebesar 4,3 GW.
Sementara, untuk energi fosil sebesar 16,6 GW terdiri dari gas sebesar 10,3 GW, dan batubara sebesar 6,3 GW.
Secara keseluruhan, dari total penambahan dibagi dalam 2 tahap penambahan, yakni 5 tahun pertama dari 2025 sampai 2029 sebesar 27,9 GW dengan komposisi fosil sebesar 12,7 GW, EBT sebesar 12,2 GW, dan storage sebesar 3 GW.
Kemudian, untuk 5 tahun selanjutnya dari 2030 sampai 2034 penambahan pembangkit sebesar 41,6 GW, yang terdiri fosil sebesar 3,9 GW, EBT sebesar 30,4 GW, dan storage sebesar 7,3 GW.
Pemerintah juga membagi 5 wilayah dalam pengembangan pembangkit, yakni Sumatera sebesar 15,1 GW, Kalimantan sebesar 5,8 GW, Jawa, Madura, dan Bali sebesar 33,5 GW, Sulawesi sebesar 10,4 GW, serta Maluku, Papua, dan Nusa Tengga sebesar 4,7 GW.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat infrastruktur kelistrikan dengan membangun transmisi dan gardu induk di seluruh indonesia dengan total 47.758 kms transmisi, dan 107.950 MVA gardu induk.
Transmisi untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali sepanjang 13.889 kms, Sumatera dan Kalimantan sepanjang 20.967 kms, serta Sulawesi, Maluku, dan Papua sepanjang 12.901 kms.





