Bahlil Perintahkan Perusahaan Nikel Buat Industri Setelah Tambang Habis

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pihaknya sedang membuat peta jalan (roadmap) untuk industri pasca tambang, salah satunya nikel.

“Kita sekarang lagi membuat roadmap Untuk hilirisasi pasca tambang, contoh kita membuat hilirisaasi pada sektor tambang di nikel,” kata Bahlil dalam acara Jakarta Geopolitical Forum, Selasa (24/6/2025).

Menurut Bahlil, langkah tersebut diambil untuk keberlanjutan dari daerah penghasil tambang pada saat cadangannya sudah habis. Perusahaan yang mengambil hasil alam tersebut yang menjadi penanggung jawab untuk membangun industri.

“Kita sekarang mulai berpikir Kalau masa cadangan nikelnya itu habis pada 20 tahun atau 30 tahun,” ujar Bahlil.

Bahlil mencontohkan, sektor perkebunan dan perikanan yang cocok untuk dibangun di daerah pasca tambang, karena sektor tersebut memiliki keunggulan yang kompetitif dengan sektor lain.

Baca juga  Starbucks Menata Ulang Mereknya, Bukan Merendahkannya

“Tujuannya apa, agar begitu tambang selesai dia melakukan sektor-sektor yang lain supaya daerah itu tetap perputaran ekonominya tetap berjalan. Jadi jangan menganggap bahwa setelah tambang selesai terus selesai,” jelas Bahlil.

Mengacu data Kementerian ESDM, luas tambang nikel di Indonesia saat ini mencapai 520.877 hektar yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.