Cadangan Timah Mulai Berkurang Tahun 2029, PT Timah Bidik Potensi Lain

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Timah Tbk mulai mengantisipasi berkurangnya cadangan timah aluvial pada tahun 2029. Perusahaan pelat merah ini menyiapkan strategi dengan menggarap potensi cadangan timah primer yang dinilai masih besar.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil eksplorasi, cadangan aluvial perusahaan diperkirakan akan menyusut dalam beberapa tahun mendatang.

“Kita ya berdasarkan data-data eksplorasi yang kita miliki di PT Timah itu bisa dikatakan kandungan atau cadangan dari aluvial ini sudah mulai berkurang yang nanti di tahun 2029 itu, cadangan-cadangan dalam angka tertentu, maaf saya gak bisa sebutkan disini, gitu, sudah mulai mengarah disana,” kata Suhendra dalam sesi diskusi dengan wartawan di Pangkalpinang, dikutip Selasa (26/8/2025). 

Sebagai langkah antisipasi, PT Timah mulai menggarap cadangan timah primer yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ribu ton.

Baca juga  KUFPEC Kantongi Restu Proyek Gas Anambas Rp24,8 Triliun, Target Onstream 2028

“Nah disinilah proses responsif atau transformasi yang kami lakukan, katakanlah kita harus merespon itu nah ada di cadangan yang ditambah primer ini yang belum kami garap secara optimal dan kami mengetahui cadangannya itu cukup besar ya dalam hitungan ratusan ribu ton juga. Nah ini makanya kita fokus untuk melakukan dan sekaligus mencoba melihat teknologi apa yang efisien, tepat untuk bisa katakanlah dari sisi bisnis itu meningkatkan, katakanlah revenue dan sekaligus profitabilitas dari PT Timah,” jelasnya.

Suhendra menyebut cadangan primer PT Timah tersebar di sejumlah lokasi. “Kita ada di Tambang Paku di lokasinya di Paku, kemudian di Batu Besi di Belitung. Dan ada di beberapa tempat lagi, tapi yang menjadi concern kami saat ini adalah untuk mengembangkan di dua lokasi. Ada beberapa lokasi, kalau tidak salah 4-5,” ujarnya.

Baca juga  Sebagian besar jalur kereta bawah tanah MTA terkena dampak gangguan terkait konstruksi mulai Jumat malam – amNewYork

Cadangan timah primer yang tersedia diperkirakan cukup besar untuk menopang operasional beberapa tahun ke depan.

“Ok saya katakan sekitar 300 ribuan lebih 300. Umur tambang kemarin sih kita akan memulainya itu direncana sampai 5 tahun ke depan mulai dari sekarang, kita akan coba optimalkan,” ungkap Suhendra.

Menurutnya, saat ini cadangan primer tersebut masih dalam tahap penyesuaian studi kelayakan.

“Sudah ditambang dan kita FS kita lagi lakukan re-FS untuk penyesuaian dengan situasi kondisi geologi, pertimbangan-pertimbangan teknis di lapangan seperti apa termasuk kemarin pada saat saya mengunjungi di Paku itu selintas karena basic saya di Dahana dulu yang di situ untuk blasting di pertambangan. Saya lihat ini next pasti menggunakan blasting dengan kondisi, kontur dan geologi yang ada primer itu kan batu,” tuturnya.

Baca juga  Amazon dan Target PHK Mengungkapkan Bagaimana AI Membentuk Kembali Tenaga Kerja Ritel

Lebih lanjut, Suhendra menambahkan bahwa cadangan primer sebelumnya telah digarap oleh mitra sejak hampir satu dekade lalu. Namun, saat ini pengelolaan dihentikan sementara.

“Saya nggak tahu persis sudah mulai, tapi sepertinya dengan kontrak dengan mitra itu sudah hampir 10 tahun kalau nggak salah, ya, dengan mitra yang sudah melaksanakan. Dan saat ini kita stop dulu karena ada kebijakan dari Pak Dirut PT Timah untuk coba deh kita garap sendiri. Ini tengah kami persiapkan untuk langkah kedepannya seperti itu. Kemungkinan besar akan kita running untuk kalau mau kita garap paling cepat itu di awal 2026,” pungkasnya.