Anggota DPR RI: Tambang Emas Ilegal di Papua Barat Masih Beroperasi

JAKARTA, BN NASIONAL.

ANGGOTA Komisi VII DPR RI Rico Sia menyampaikan masih adanya tambang emas ilegal di wilayah Papua Barat.

Ini di samapikan saat RDP dengan Plt Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Rico mengatakan, salah satu yang menjadi sorotan adalah tambang emas di Distrik Masni di Papua Barat.

“Di Dapil kami juga di (Distrik) Masni ada pertambangan emas yang sampai sekarang sudah pernah di berantas ada yang sudah di tangkap namun kemudian sekarang sudah mulai lagi beraktivitas lagi,” kata Rico, Senin (6/11/2023).

Dirinya mengungkapkan jika terdapat peralatan alat berat yang cukup banyak di daerah Papua Barat.

Rico mengatakan, tambang emas ilegal ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan negara.

“Ini jelas merugikan negara. Ini juga merusak lingkungan. Kita tahu bahwa Papua merupakan paru-paru dunia. Sehingga ini perlu di perhatikan,” kata Rico.

Baca juga  “Berpotensi implikasi besar” - para ilmuwan menemukan karbon kuno bocor ke atmosfer

Untuk itu, ia meminta Kementerian ESDM melalui Di rjen Minerba untuk dapat memberi perhatian lebih terhadap praktik-praktik tambang ilegal.

“Mohon bantuan atensi dari Pak PLT Di rjen, sehingga kekayaan negara ini khususnya juga lingkungan yang berada di Papua yang menjadi sumber paru-paru oksigen dunia ini bisa terlindungi dan tentunya manfaatnya dapat menambah PNBP. Bukan di ambil oleh segelintir orang atau oknum-oknum yang memiliki ini lalu kemudian kita enggak dapat apa-apa,” jelas Rico.

Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto mengatakan Papua merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber mineral cukup banyak.

Sehingga kepastian hukum terkait pertambangan mineral menjadi penting.

“Saya kira kita semuanya tahu Papua salah satu provinsi di mana sumber mineralnya cukup banyak sehingga hal-hal yang sifatnya kepastian hukum menjadi penting. Tadi ada satu contoh kembali bahwa dulu di katakan ilegal mining ternyata sekarang beroperasi kembali bahkan dengan alat berat yang cukup masif. Ini Pak Di rjen dapat menjadi perhatian,” jelas Sugeng.(*)

Baca juga  Kongres Seknas-Jokowi Tunjuk Rambun Tjajo Jadi Ketum