JAKARTA, BN NASIONAL.
PEMERINTAH melalui Kementerian ESDM melakukan pelatihan kepada teknisi untuk memperbaiki kendaraan listrik di bengkel-bengkel konversi yang tersertifikasi.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik roda dua yang berkelanjutan.
“Sebagai upaya menciptakan ekosistem kendaraan listrik roda dua, perlu adanya bengkel konversi baik tipe A ataupun tipe B yang cukup banyak serta jaringan bengkel reparasinya,” kata Direktur Konservasi Energi Di tjen EBTKE Kementerian ESDM Gigih Udi Utomo di Medan, Selasa (7/11/2023).
Saat ini, sudah ada 11 bengkel konversi bersertifikat yang terverifikasi dan tercantum di Platform Digital sebagai mitra program.
Jumlah bengkel konversi yang bermitra dapat bertambah dari bengkel tersertifikasi Kemenhub dan bengkel binaan.
Pelatihan Teknisi Motor Listrik
Selain memperbanyak bengkel-bengkel konversi, Kementerian ESDM melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) melaksanakan pelatihan untuk teknisi motor listrik itu sendiri.
“Di perlukan adanya SDM yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut, oleh sebab itu kami menggandeng PPSDM KEBTKE untuk mengadakan Workshop dan Pelatihan teknis dalam melatih tenaga teknis (montir) bengkel yang berasal dari perwakilan tenaga guru SMK, BLK, dan anggota asosiasi motor,” jelas Gigih.
Pelatihan dan workshop mengkonversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik hingga kini telah di lakukan di 20 kota.
Jumlahnya kepesertaan pelatihan dan workshop sebanyak 425 peserta.
Pelatihan selanjutnya akan di laksanakan di 8 kota dengan perkiraan peserta sebanyak 190 orang.
“Sekolah menengah kejuruan dan bengkel memegang peran vital dalam mewujudkan visi ini. Melalui kerja sama yang kuat antara pendidikan dan industri, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan memberikan peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam perubahan yang positif,” jelasnya.(*)





