Banyak Import Bahan Baku, Menteri ESDM: Industri Timah Harus Mandiri

Jakarta, BN Nasional – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta proses hilirisasi timah untuk meningkatkan nilai tambah untuk mandiri dengan tidak melakukan import bahan dari luar negeri.

Arifin menilai proses hilir timah belum mencapai ujungnya, masih terdapat industri-industri timah yang perlu dipercepat pembangunannya agar nilai tambah dari timah dapat dinikmati.

“Kita masih banyak juga impor-impor bahan-bahan akhir dari produk timah masih banyak impor. Minimal dalam waktu dekat supaya kita tidak impor-impor lagi,” kata Arifin di Gedung ESDM, Jakarta, Jumat (31/3/2023).

Diakuinya, bahan-bahan yang diimport untuk produksi produk hilir dari timah sendiri memiliki brand dari negara asalnya. Arifin ingin adanya kerja sama dengan tersebut untuk mendukung proses hilirisasi produk hilir timah.

“Masalahnya barang-barang itu kan punya brand-brand yang sudah jadi. Apa kita kerja sama lah,” kata Arifin.

Baca juga  Menjalani Bisnis di Laut, PIS Jaga Kelestarian Laut

Sebelumnya, Arifin menilai perlunya pengelolaan yang baik terhadap sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Salah satunya melalui peningkatan eksplorasi sumber daya cadangan Minerba, termasuk di dalamnya adalah potensi logam tanah jarang dan mineral kritis.

“Mineral kritis ini perlu kita highlight, karena mineral kritis ini termasuk nikel, di mana kita mempunyai cadangan terbesar di dunia. Kemudian kita juga punya tembaga, tanpa tembaga kita tidak bisa melistriki negeri kita. Kita juga punya bauksit yang bisa memproduksi alumunium yang bisa mendukung untuk kebutuhan industri kelistrikan,” kata Arifin saat acara Sarasehan Singkronisasi Tata Kelola Pertambangan Mineral Utama Perspektif Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (21/3/2023).

“Tadi saya sampaikan kita ada logam tanah jarang, ini sedang kita upayakan karena potensinya cukup banyak, dan ini perlu kita lakukan eksplorasi untuk menentukan jumlah sumber daya,” tambahnya. (Louis/Rd)

Baca juga  LRT Sumsel Bolehkan Penumpang Berbuka Puasa di Dalam Kereta, Ini Aturannya