JAKARTA, BN NASIONAL
PT KAI D ivre III Palembang memberikan kelonggaran bagi para penumpang LRT Sumsel selama bulan Ramadhan 1445 H. Penumpang d iperbolehkan untuk makan dan minum di dalam kereta saat jam berbuka puasa.
Manager Humas PT KAI Palembang Aida Suryanti menjelaskan, aturan ini sebagai bentuk toleransi bagi penumpang yang ingin berbuka puasa di tengah perjalanan.
“Namun, perlu d iingat bahwa makanan dan minuman yang d iperbolehkan hanya makanan ringan. Juga minuman dalam botol,” kata Aida dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/03/2024).
Kebijakan ini merupakan pengecualian dari aturan sebelumnya yang melarang makan dan minum di dalam LRT demi menjaga kenyamanan penumpang.
“Kami memahami kebutuhan penumpang yang ingin berbuka puasa tepat waktu, terutama bagi yang masih dalam perjalanan,” ujar Aida.
Petugas di dalam LRT akan mengingatkan penumpang saat waktu berbuka puasa tiba. Aida juga mengimbau penumpang untuk menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di dalam kereta dan tetap tertib selama waktu berbuka.
“Jangan sampai kenyamanan penumpang lain terganggu,” tuturnya.
Jam Operasional dan Data Penumpang
Selama bulan Ramadhan, jam operasional LRT Sumsel tetap seperti biasa, yaitu dari pukul 05.06 hingga 20.43 WIB dengan jarak antar stasiun 18 menit.
Data penumpang LRT Sumsel pada Triwulan I tahun 2024 menunjukkan peningkatan. Dari 1 Januari hingga 10 Maret, tercatat 740.041 penumpang dengan rata-rata 10.572 penumpang setiap harinya.
Volume angkutan penumpang tertinggi terjadi pada tanggal 1 Januari 2024 dengan 36.659 penumpang sebagaimana d ikutip dari Antaranews.com.
Stasiun dengan naik turun penumpang terbanyak hingga pertengahan Maret adalah Stasiun Asrama Haji (135.626 penumpang), Ampera (111.030 penumpang), DJKA (100.423 penumpang), dan Bumi Sriwijaya (82.900 penumpang).
Fasilitas Tenant
PT KAI D ivre III Palembang juga menyediakan fasilitas tenant di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Cinde, Ampera, dan DJKA. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menjual produk mereka, seperti kerajinan tangan dan makanan ringan.
“D iharapkan dapat meningkatkan perekonomian UMKM,” kata Aida.
Bagi yang berminat menjadi tenant di stasiun LRT, dapat melakukan koordinasi dengan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS).*[]





