Berkaca dari Kejadian Itaewon, Puan Minta Penyelenggaraan Acara di Indonesia Taat Aturan

Jakarta, BN Nasional – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas tragedi dalam perayaan Halloween Itaewon di Korea Selatan yang menimbulkan banyak korban. Ia mengingatkan kepada seluruh pihak untuk lebih memperhatikan kerumunan massa pada kegiatan-kegiatan yang mulai ramai usai kondisi pandemi Covid-19 membaik.

“Atas nama DPR RI, saya menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Itaewon, khususnya kepada seluruh warga Korea Selatan,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin (31/10/2022).

Tragedi mengenaskan di Itaewon, Korea Selatan mengakibatkan 154 korban meninggal dunia, dan 76 orang terluka dalam pesta perayaan Halloween yang berujung malapetaka di Itaewon, Sabtu (29/10/2022).

Terjadi saling dorong antara pengunjung di salah satu gang di Itaewon yang menyebabkan banyak orang sesak napas hingga henti jantung. Dua orang WNI diketahui ikut menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut. Untuk itu, Puan meminta KBRI Seoul terus memantau perkembangan tragedi perayaan Halloween Itaewon selama beberapa waktu ke depan.

Baca juga  Iran Ungkap Cerita Rahasia Dukung Kelompok Perlawanan Palestina

“KBRI di Seoul dapat membuka posko pengaduan untuk WNI yang kehilangan teman maupun kerabatnya. Kita berharap agar korban tragedi Halloween Itaewon tidak kembali bertambah, termasuk dari warga Indonesia,” jelasnya.

Puan meminta penyelenggara acara atau kegiatan yang melibatkan banyak orang di Indonesia belajar dari peristiwa di Itaewon, apalagi beberapa waktu lalu ada konser musik yang dihentikan akibat tidak kondusif.

“Panitia penyelenggara acara hiburan harus tertib dan sesuai aturan. Penjualan tiket tidak boleh melebihi kapasitas tempat acara,” kata Puan.

Puan juga mengingatkan penyelenggara acara agar menyediakan fasilitas pendukung, khususnya terkait P3K. Selain itu penyelenggara acara pun perlu mengantisipasi terjadinya peristiwa yang dapat menyebabkan korban.

“Pengamanan ketat di setiap acara yang ada kerumunan massa mutlak dilakukan dengan terus memperhatikan dinamika lapangan,” jelas Puan.

Baca juga  Bagaimana ROTI Mendefinisikan Ulang Pencarian Materi Gelap

Puan menegaskan, tidak ada yang boleh abai terhadap protokol keamanan dan keselamatan di setiap acara. Terutama, pada acara-acara hiburan yang menempatkan banyak orang di satu lokasi.

“Saya memahami masyarakat ingin menikmati hiburan usai pembatasan selama lebih dari 2 tahun, apalagi saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah berangsur membaik. Tapi Euforia kerumuman massa pasca-Covid harus jadi perhatian. Kita tidak ingin ada nyawa melayang atau korban apapun sehingga kewaspadaan dari masyarakat sendiri juga menjadi kunci,” katanya.

Puan meminta pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasi jelang pergantian tahun. Selain pengawasan ketat, ketegasan dari Pemerintah dan aparat keamanan sangat diperlukan.

“Pada perayaan pergantian tahun sebentar lagi pasti akan banyak konser maupun kegiatan hiburan. Pemerintah pusat dan daerah serta semua stakeholder terkait betul-betul harus siaga. Jangan sampai tragedi Itaewon terulang,” jelasnya.

Baca juga  Ketika kebutuhan tembaga meningkat, produsen kabel lebih banyak mendaur ulang