Di bawah Kim Jong Un, Korut Uji Lebih Banyak Rudal

by admin
3 minutes read

Jakarta, BN Nasional —
Peringatan kematian Kim Jong Il ditandai dengan sirine yang meraung selama tiga menit. Ketika sirine berbunyi, warga Korea Utara terdiam dan membungkuk untuk menghormati Kim Jong Il. Mobil, kereta api, dan kapal membunyikan klakson. Sementara bendera nasional diturunkan menjadi setengah tiang. Sejumlah warga berbondong-bondong datang ke Bukit Mansu, Pyongyang untuk meletakkan bunga dan membungkuk di depan patung raksasa Kim Jong Il dan Kim Il Sung.

“Jenderal besar kita (Kim Jong Il) mengalami begitu banyak kesulitan untuk membangun dan mencapai apa yang diinginkan rakyat,” ujar seorang warga Pyongyang, Won Jong-Rim, kepada The Associated Press.

Pada setiap peringatan kematian ayahnya, Kim Jong Un selalu pergi ke makam ayahnya dan kakeknya untuk memberikan penghormatan. Surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan artikel yang memuja Kim Jong Il dan menyerukan persatuan yang lebih besar di bawah pemerintahan Kim Jong Un.

“Kita harus melakukan segala upaya untuk meningkatkan persatuan, dengan berdiri bersama dan bersatu di belakang rekan yang dihormati Kim Jong Un,” kata surat kabar utama Korea Utara, Rodong Sinmun, dalam sebuah editorial.

Kim Jong Un naik takhta sebagai pemimpin Korea Utara pada 2011 setelah ayahnya, Kim Jong Il, meninggal dunia. Kim Jong-Un telah mendapatkan kekuasaan absolut serupa dengan ayahnya dan kakeknya, Kim Il Sung. Di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, tanda-tanda stabilitas politik masih belum terlihat. Selain itu, warga Korea Utara semakin terjerat karena krisis ekonomi akibat sanksi internasional atas program nuklir negara tersebut.

Selama 10 tahun pemerintahan Kim Jong Un, Korea Utara telah melakukan 62 putaran uji coba rudal balistik yang dilarang oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB. Jumlah uji coba tersebut lebih besar dibandingkan dengan sembilan putaran uji coba rudal selama 46 tahun pemerintahan Kim Il Sung. Kemudian selama 17 tahun pemerintahan Kim Jong Il, Korea Utara melakukan 22 uji coba rudal.

Empat dari enam uji coba nuklir Korea Utara dan tiga peluncuran rudal balistik antarbenua terjadi di bawah pemerintahan Kim Jong Un. Uji coba senjata Korea Utara pada 2016-2017 mendapatkan sanksi yang lebih keras dari PBB.

Peringatan kematian tahun ini bertepatan ketika Kim Jong Un bergulat dengan momen terberat pemerintahannya karena pandemi virus corona, sanksi PBB, dan bencana alam. Perdagangan Korea Utara dengan China, yang merupakan mitra dagang terbesar, menyusut sekitar 80 persen tahun lalu.

Tahun lalu, ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terbesar sejak 1997. Sementara produksi biji-bijian Korea Utara juga turun ke level terendah sejak Kim Jong-Un menjabat.

“Korea Utara menandai peringatan 10 tahun (kematian) Kim Jong Il dengan upacara publik dan propaganda negara. Yang lebih signifikan adalah upaya Kim Jong-Un. Setelah satu dekade berkuasa, untuk memetakan jalur yang kredibel bagi diplomasi pascapandemi dan pemulihan ekonomi,” ujar seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul, Leif-Eric Easley.

Kim Jong Un menolak untuk kembali melakukan pembicaraan denuklirisasi dengan Washington dan Seoul. Dia menyerukan untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.

Korea Utara juga mempertahankan pembatasan serta penutupan perbatasan akibat pandemi Covid-19. Para analis mengatakan Kim khawatir infrastruktur perawatan kesehatan Korea Utara tidak mampu menanggung wabah virus besar.

“Kecuali Korea Utara menerima tawaran untuk pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS), Korea Utara tidak dapat menghindari sanksi internasional yang kuat. Tanpa kerja sama internasional, Korea Utara harus terus menutup perbatasannya karena kekhawatiran terhadap penyebaran Covid-19,” ujar seorang analis di Institut Sejong, Korea Selatan, Cheong Seong-Chang.

sumber : AP

related posts