JAKARTA, BN NASIONAL – Dua sumur migas non-konvensional (MNK) pertama di Indonesia, Gulamo dan Kelok, kini bersiap melangkah ke tahap eksplorasi lanjutan setelah dinyatakan sebagai penemuan (discovery). Langkah ini membuka babak baru dalam pengembangan energi nasional, sekaligus menjadi upaya strategis Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk meningkatkan lifting dan ketahanan energi.
Setelah melalui fase akuisisi data dan fracturing terbatas, serta pelaksanaan flowback test guna mengevaluasi kualitas reservoir, kedua sumur pionir ini menunjukkan indikasi positif terhadap potensi migas non-konvensional di wilayah Blok Rokan.
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Widjanarko, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kajian kelayakan eksplorasi lanjutan terhadap formasi Brown Shale.
“Fokusnya adalah untuk mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan, termasuk dalam memastikan reservoir kemudian dapat diproduksi dengan memenuhi kaidah teknis keteknikan sekaligus dapat memenuhi aspek keekonomian,” ujar Andre dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6/2025).
Sementara itu, Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, Sunjaya Eka Saputra, menegaskan dukungan penuh terhadap akselerasi pengembangan MNK di Blok Rokan.
“Potensi MNK jika dikembangkan dengan baik akan memberikan tambahan produksi yang signifikan dan meningkatkan lifting di Blok Rokan sehingga berdampak positif pada peningkatkan lifting Migas secara nasional. Kami terus mendorong PHR untuk dapat mengakselerasi upaya percepatan produksi guna mendukung peningkatan lifting migas untuk mendukung program Ketahanan Energi yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto,” jelas Sunjaya.
SKK Migas juga tengah menyiapkan skema early production sebelum rencana pengembangan (POD) disetujui, sebagaimana pendekatan yang diterapkan pada sumur gas metana batubara (GMB) sebelumnya.
Pengeboran sumur appraisal pada 2026–2027, yang menggunakan metode Long Horizontal Drilling dan Multi-Stage Hydraulic Fracturing.
Pengeboran sumur demonstration pada 2027–2028 untuk membuktikan keberhasilan model pengembangan dapat direplikasi di area lebih luas.
Appraisal well dibutuhkan untuk memastikan batas dan ukuran sumber daya yang ditemukan, sementara demonstration well bertujuan untuk memvalidasi keberhasilan penerapan teknologi secara komersial.
Di sisi lain, produksi migas konvensional dari interval dangkal di sumur Gulamo dan Kelok juga tengah dipersiapkan. Hal ini menegaskan komitmen PHR dalam mengoptimalkan seluruh potensi energi dari wilayah kerja mereka.
Langkah strategis ke depan juga mencakup pelaporan studi potensi MNK Rokan kepada pemerintah, usulan Komitmen Kerja Pasti (KKP), serta penjajakan kemitraan dengan mitra strategis.
Eksplorasi MNK ini tidak hanya penting untuk mendongkrak produksi, tetapi juga menjadi simbol arah baru energi nasional menuju kemandirian dan penguatan perekonomian daerah.





