Ekspor Batu Bara Turun Tajam, ESDM: Wajar, Pasar Sedang Bergeser

JAKARTA, BN NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi turunnya nilai ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari–Juli 2025.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan penurunan tersebut dipicu oleh meningkatnya kapasitas produksi di China dan India, dua negara utama tujuan ekspor Indonesia.

“Nah, jadi wajar-wajar saja sebetulnya. Sebetulnya ini siklusnya ya, naik turun gitu, harga naik turun. Seperti itulah kira-kira,” ujar Tri di Komplek Parlemen Senayan, Rabu (3/9/2025).

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah bersama Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mulai menjajaki pasar alternatif, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

“Kita sudah ngomong juga dengan APBI, coba dijajakin misalnya Vietnam, Malaysia, Thailand, terus kemudian Filipina. Itu coba dijajakin karena beberapa memang diambil,” ungkapnya.

Tri menegaskan penurunan nilai ekspor batu bara tidak akan mengganggu target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun ini. Hingga 1 September 2025, realisasi PNBP sektor ESDM sudah mencapai 70% dari target.

Baca juga  Terungkap, Presiden Venezuela Maduro dan Istri Diseret dari Kamar Tidur oleh Pasukan Elite AS

“Secara umum PNBP di kita secara target per 1 September ini 70 persen. Jadi untuk PNBP sesuai target insya Allah sampai akhir tahun sesuai target,” kata Tri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batu bara sepanjang Januari–Juli 2025 tercatat USD13,82 miliar, turun 21,74% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD17,66 miliar. Volume ekspor juga ikut melemah secara tahunan.