JAKARTA, BN NASIONAL – Ekspor logam timag Indonesia pada Januari 2025 mengalami penurunan sebanyak 67 persen, dibandingkan dengan Desember 2024.
Analis Senior Intelijen Pasar dari International Tin Association (ITA) Tom Langston menyebut, ekspor logam timah Indonesia pada Januari 2025 sebanyak 1.566 ton disebabkan adanya penundaan persetujuan izin ekspor.
“Ekspor Indonesia di bulan Januari turun 67% dari bulan sebelumnya menjadi 1.566 ton karena penundaan persetujuan izin ekspor tahun baru,” kata Tom dalam laporannya kepada bnnasional, Kamis (13/2/2025).
Selain itu, Tom menjelaskan harga timah dunia 3 bulan di London Metal Exchange (LME) mengalami penguatan yang ditutup di angka US$31.581 per ton.
“Timah telah menghindari volatilitas yang disebabkan oleh pengumuman tarif AS baru-baru ini, dengan harga menguat pada bulan Februari, didorong oleh pembukaan kembali SHFE,” jelasnya.
Sebelumnya, Ekspor logam timah Indonesia sepanjang tahun 2024 yang mengacu pada data rilis volume ekspor Indonesia mengalami penurunan yang dalam sebanyak 33 persen atau dibawah 46.000 ton.
Sementara, produksi logam timah sepanjang tahun 2023 mengacu data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebanyak 67.600 ton.





