DOHA, (foto)
Kepala biro politik Hamas Ismail Haneyya telah menegaskan bahwa Gerakannya melakukan segala cara untuk menghentikan pertumpahan darah yang terjadi di Jalur Gaza di tangan pasukan pendudukan Israel.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Haneyya menegaskan bahwa Gerakannya akan terus merespons secara positif dan bertanggung jawab terhadap para mediator untuk menghentikan agresi Israel terhadap rakyatnya di Gaza, namun mereka tidak akan pernah menyerah atas pengorbanan besar rakyatnya dan pencapaian perlawanan.
Haneyya mengatakan bahwa Gerakannya menunjukkan fleksibilitas dalam perundingan gencatan senjata, namun rezim pendudukan Israel terus memanipulasi dan menunda isu-isu yang menjadi perhatian rakyat Palestina di Gaza, sementara posisinya terfokus pada pembebasan tawanannya.
Pemimpin Hamas menekankan bahwa perlawanan tidak akan menerima apapun kecuali penghentian total agresi, penarikan tentara pendudukan dari Gaza dan pencabutan pengepungan yang tidak adil.
Dia juga mengatakan bahwa perlawanan juga menyerukan penyediaan tempat penampungan yang aman dan layak bagi para pengungsi, memungkinkan keluarga untuk kembali ke Gaza utara, mengakhiri kebijakan kelaparan dan membuat komitmen untuk membangun kembali Gaza.
Dia menyoroti bahwa Gerakannya bertujuan untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan yang mengarah pada pembebasan tahanan Palestina, terutama mereka yang menjalani hukuman jangka panjang atau telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel.





