Kementerian ESDM Luncurkan Gerilya Academy, Ajak Mahasiswa Terlibat Dalam Transisi Energi

JAKARTA, BN NASIONAL

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkenalkan program GERILYA Academy (Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy) MSIB Batch 6.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sebagai wujud komitmen nyata untuk membangun masa depan negeri yang berkelanjutan.

GERILYA Academy bertujuan untuk memberikan platform bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam agenda transisi energi nasional.

Plt. Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Jisman Hutajulu menyatakan bahwa mahasiswa GERILYA Academy dari batch sebelumnya telah berhasil terlibat dalam perencanaan, pemasangan, dan operasi serta pemeliharaan berbagai jenis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh Indonesia.

“Salah satunya, mereka terlibat dalam penyiapan dan perencanaan PLTS Terapung Cirata, yang merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Pengalaman dari batch sebelumnya menunjukkan betapa pentingnya peran pemuda dalam menjawab tantangan global terkait perubahan iklim,” kata Jisman dalam sambutannya, Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Baca juga  Jembatan hantu bintang-bintang curian mengungkapkan tarik-menarik galaksi

Jisman berharap, GERILYA Academy Batch 6 akan lebih memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, tidak hanya di bidang energi surya, tetapi juga bioenergi, hidro, dan panas bumi. Program ini d idukung oleh 18 perusahaan dan institusi di sektor energi yang berkomitmen untuk mendukung kegiatan proyek tim.

Selain itu, Jisman menekankan pentingnya waktu dan peluang yang d iberikan kepada para mahasiswa dalam program ini.

“Jadilah agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam upaya mencapai transisi energi yang berkelanjutan melalui kompetensi yang d idapatkan dari program GERILYA Academy. Kami berharap, dengan dukungan dari semua pihak, termasuk 18 perusahaan dan institusi di sektor energi terbarukan, GERILYA Academy akan terus mempersiapkan generasi muda yang berdedikasi dan kompeten, siap menjadi pemimpin dalam upaya transisi energi di Indonesia,” jelasnya.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam menyatakan bahwa Program GERILYA Academy bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan kompetensi terkini, khususnya dalam bidang energi baru dan terbarukan (EBT).

Baca juga  MK Diproyeksikan Tolak Sengketa Pilpres 2024

“Transisi energi menuju EBT merupakan agenda yang sangat penting dan menjadi bagian dari ekonomi hijau ke depan. Karenanya sangat penting bagi mahasiswa yang belum banyak mengenal program EBT di kampusnya untuk mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui program GERILYA Academy,” jelas Nizam.

GERILYA Academy merupakan inisiatif Kementerian ESDM untuk melibatkan mahasiswa dalam mengembangkan EBTKE di Indonesia. Batch 6 GERILYA Academy melibatkan 89 mahasiswa dari 45 perguruan tinggi di Indonesia, yang telah d ipilih melalui proses seleksi ketat dari total 1.620 pendaftar. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian ESDM dengan Kampus Merdeka Kemendikbudristek dan d idukung oleh USAID-Sinar.

Kegiatan GERILYA Academy juga d idukung oleh 16 mitra badan usaha, yaitu PT Bukit Asam, PT PLN Nusantara Power, Sarulla Operation Ltd., KAS Green Energy, PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), LEIN Power, PT Jayatama Adi Sentosa, Reja Aton Energi, Energi Lima Pilar, Ailesh Power, PT ATW Solar Indonesia, Sumber Energi Surya Nusantara, Warung Energi, Yayasan Rumah Energi, IESR, dan PowerChina HuaDong Engineering Corporation Limited.

Baca juga  Throttle penuh, Mach Diamonds: NASA X-59 muncul daya, melonjak melalui uji mesin

Program Gerilya Academy adalah program lanjutan dari GERILYA (Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya). Jika pada batch sebelumnya hanya berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tahun ini mahasiswa akan mengeksplorasi pengembangan EBT secara lebih luas. Selama 2 tahun, program GERILYA telah meluluskan 171 mahasiswa dari 51 kampus di Indonesia.*[]