Kritik Atas Akses Pejalan Kaki dari Halte Transjakarta ke Stasiun Gambir Ditutup

by admin
1 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Apalagi, alasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup akses pejalan kaki, lantaran mencegah pedagang asongan masuk Stasiun Gambir. “Memang pejalan kaki adalah kelas paria (kelas mirip binatang di India Kuno) jelasnya,” kata Elisa kepada Republika di Jakarta, Jumat (31/12).

Elisa sempat membuat cicitan (tweet) berisi kritikan penutupan akses pintu masuk Stasiun Gambir yang terhubung Halte Tranjakarta Gambir. Akun Twitter resmi PT KAI, menjelaskan jika penutupan itu dengan alasan mencegah pedagang asongan. Adapun pejalan kaki sudah disediakan pintu masuk di bagian Jalan Medan Merdeka Timur.

Elisa pun mempertanyakan alasan pengelola Stasiun Gambir, yang mempersulit akses pejalan kaki. Padahal, Gambir berstatus stasiun utama di Ibu Kota. Namun, pengguna bus Transjakarta yang ingin masuk Stasiun Gambir saat ini, harus memutar karena akses terhubung malah ditutup.

Dia menyayangkan, seolah pejalan kaki yang merupakan calon penumpang kereta menjadi warga kelas dua lantaran masuk Stasiun Gambir dipersulit. “Buat yang lebih baik, bukan ruang sisa eks kendaraan bermotor. Jangan menormalisasi praktik buruk,” kata Elisa merujuk pada beberapa titik di belakang Galeri Nasional.

Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1, Eva Chairunnisa, mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menyediakan beberapa titik jalur pejalan kaki di Stasiun Gambir. Pertama, kata dia, adalah jalur yang menghadap ke Monas di pintu belakang jalan, samping jalur bus, serta mobil dan motor.

Tak hanya itu, arah yang menghadap arah Graha Pertamina juga menjadi pintu utama bagi pejalan kaki. “Kalau pada Twitter itu memang bukan pintu pejalan kaki. Pintu pejalan kaki ada disamping nya,” ujar Eva merujuk pada cicitan Elisa.

Sumber.

related posts