Lifting Minyak RI di 2023 Turun, EMCL dan PHR Jadi Penyebab

JAKARTA, BN NASIONAL.

Lifting minyak RI di 2023 turun 53,7 ribu barel per hari (bopd) dari target APBN sebesar 660 ribu bopd.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, penurunan tersebut d isebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan produksi dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR).

“EMCL dan PHR decline, khususya EMCL yang sangat tajam sekali penurunannya,” kata Dwi saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (30/11/2023).

Produksi EMCL di Blok Cepu turun sebesar 3,1 ribu barel per hari (bopd), sedangkan produksi PHR di Blok Rokan turun sebesar 0,5 ribu barel per hari (bopd).

Selain itu, Dwi mengatakan, terdapat beberapa proyek yang tidak berjalan sesuai rencana, sehingga tidak dapat berkontribusi terhadap lifting minyak.

“Program infield drilling masih belum onstream jadi terpaksa menelan penurunan ini. Kemudian berbagai upaya dari optimasi untuk feeling the gap menghasilkan tambahan 16.700 bopd. Outlook akhir tahun d irencakanan 606.300 bopd,” jelasnya.

Baca juga  NASA Luncurkan Pesan Desain untuk Kemanusiaan Menuju Bulan Jupiter di Europa

Dalam Work Plan and Budget (WP&B) SKK Migas menargetkan tahun 2023 sebesar 621,1 ribu bopd. Berikut ini yang menyebabkan penurunan lifting, yakni:

  • Entry rate: 5,4 ribu bopd
  • Project delay: 6,2 ribu bopd
  • Work program execution delay: 7,2 ribu bopd
  • Downtime and low demand: 3,6 ribu bopd

Meskipun demikian, Dwi optimis harga minyak d iproyeksi berada di sekitar $US80 per barel. Hal ini d isebabkan dari pandemi Covid-19 yang sudah selesai.

“Karena pandemi sudah kita lewati, maka analisa terhadap harga minyak dunia kedepan mulai mendekati, kalau tadi agak melebar kemudian ini sudah mulai mendekati sehingga lebih terkontrol, teranalisa, dan banyak yang memperkirakan di sekitar $US80 per barel.” jelasnya.

D irinya pun menegaskan jika ini yang kita pakai sebagai angka untuk menganalisa POD antara $US60-$US75 barel untuk proyek yang 20 tahun kedepan,” jelasnya.(*)

Baca juga  Menikmati LTJ Bukan Lagi Mimpi, Pengembangan Sudah Dimulai