Mesin Buatan Siswa SMK Resmi Meluncur ke Pasar Domestik

by admin
3 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengatakan, mesin ini adalah hasil kolaborasi antara SMK St Mikael, Politeknik ATMI Solo, dan PT ATMI Solo. Kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dan industri ini menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan produk nyata untuk digunakan masyarakat.

Mesin CNC Bubut Leanturn ini sudah masuk ke dalam aplikasi SIPLah atau sistem informasi pengadaan di sekolah. Untuk itu, Wikan mengaku bangga dengan prestasi tersebut karena tidak mudah untuk masuk ke dalam sistem SIPLah.

“Produk CNC buatan SMK St Mikael ini juga telah melewati uji aspek presisi, aspek durability, dan aspek konsistensi kepresisian dalam ribuan jam produksi, sudah sesuai standar industri,” terang Wikan dalam keterangan pers Senin (20/12/2021).

Menurutnya, ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa bagi SMK St Mikael atas kerja keras mereka dalam mengimplementasikan konsep link and super match yang digaungkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek.

“Kami ingin sekolah-sekolah yang lain dapat mencontoh praktik baik ini sehingga akan tercipta produk-produk lain yang bermanfaat melalui proses pembelajaran pembelajaran berbasis industri (teaching factory) dan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning yang disingkat PjBL) di satuan pendidikan vokasi,” kata Wikan.

Ia juga menyampaikan keyakinan akan pentingnya pembelajaran yang menerapkan konsep teaching factory yang umumnya disebut TEFA dan PjBL di SMK atau satuan pendidikan vokasi lainnya agar siswa memiliki pengalaman yang riil saat belajar layaknya belajar dengan suasana dan budaya kerja di industri.

Sementara itu, Kepala SMK St Mikael Surakarta, Maryata mengatakan, bahwa sejak acara peluncuran produk Mesin Bubut CNC Leanturn di Kolese Mikael Surakarta pada Agustus lalu, pihaknya terus mengkolaborasikan langkah strategis dengan industri. Menurutnya, ada tiga langkah yang ditempuh dalam berkolaborasi dengan industri.

“Tiga langkah tersebut adalah komunikasi, komunikasi, dan komunikasi secara terus-menerus untuk meyakinkan industri menjalin kerja sama yang berkelanjutan, khususnya dalam hal produksi mesin leanturn,” ujar Maryata.

Ia juga mengatakan, mesin leanturn yang merupakan seri mesin EDU CNC, yaitu seri Edulathe dan Edumill, saat ini akan dikirim ke pihak pengguna.

Dikatakannya, mesin Bubut CNC Leanturn berhasil dikembangkan melalui kolaborasi satuan pendidikan vokasi dengan ATMI Group. Kerja sama itu melibatkan Politeknik ATMI Surakarta, SMK St Mikael Surakarta, dan PT ATMI Solo yang telah berlangsung sejak 2009. Tak ketinggalan yang turut membantu, selaku pihak pemasar, yaitu PT Buana Prima Raya.

“Dari seri-seri lama yang pernah dibuat, setidaknya sudah ada 45 unit yang sudah disalurkan kepada pengguna, yang kebanyakan dari Sekolah Menengah Kejuruan dan Politeknik,” ujar Maryata.

Maryata juga menjelaskan, mesin Leanturn itu masuk pada seri pengembangan mesin turning CNC versi ke-4, atau versi terbaru. Dengan mengunakan konsep yang berbeda, memungkinkan mesin dapat diproduksi dengan lebih efisien.

Mesin Leanturn versi terbaru berukuran tinggi 1.540 mm, panjang 1.500 mm, lebar 1.500 mm, dengan total berat 1.300 kg, mempunyai tipe LT 300-100, dengan tegangan operasional 380V, arus operasional 21 ampere, dengan daya motor penggerak 4 KW.

Mesin ini memiliki kapasitas kerja sumbu X = 200mm dan sumbu Z = 265mm, maksimum turning diameter 100 mm, dengan spindle versi optional, manual maupun versi automatic, dengan kecepatan 50 – 4000 rpm, dilengkapi aksesoris standar berupa collant supply equipment, centralized lubrication equipment, chip trolley dan work light.

Sumber.

related posts