Pemerintah Buka Peluang Insentif untuk Perusahaan Swasta yang Garap Sumur Idle Pertamina

JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk memberikan insentif kepada perusahaan swasta yang menggarap sumur idle milik PT Pertamina (Persero).

“Ya kalau secara keekonomianya tidak masuk, ya pemerintah bisa melihat (memberi insentif) sih nantinya,” kata Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana di Kementerian ESDM, Jumat (20/12/2024).

Dadan juga menambahkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga sudah melakukan sosialisasi kepada Kontraktor Kerja Sama (K3S) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

“Kita udah sosialisasi kok waktu itu di gedung SKK, waktu itu Pak Menteri hadir. Kita sosialisasikan. Jadi posisinya udah lebih aktif nih Pertamiannya ini menawarkan,” jelas Dadan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merinci, dari total 44.985 sumur yang ada di Indonesia, terdapat 16.990 sumur yang idle. Dari 16.990 sumur tersebut, terdapat 5.000 sumur yang berpotensi untuk dapat dioptimalkan kembali.

Baca juga  Dorong Penemuan Cadangan dan Produksi Migas, Pemerintah Terapkan Fleksibilitas Kontrak

“Ini (optimalisasi sumur idle) tidak dilakukan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (26/8/2024).

Dengan banyak sumur yang idle tersebut, Bahlil berencana untuk mencabutnya dan diberikan kepada perusahaan swasta nasional atau internasional lain yang berminat. Hal ini juga sudah pernah dilakukan Bahlil untuk IUP Batubara yang tidak beroperasi.

“Kita bikin lagi seperti mazhab IUP, ini kan punya negara pengelolaan ke K3S atau BUMN. Mending kita buka untuk swasta nasional atau swasta asing yang mengelola sumur ini dengan target pendapatan negara,” jelas Bahlil.

Selain melakukan optimalisasi sumur idle, Bahlil juga menggencarkan eksplorasi sumur-sumur baru untuk menambah produksi di dalam negeri.

“Jadi kalau kita mau meningkatkan lifting kita, strategi bola ada gaya Barcelona menyerang dan bertahan seperti Juventus. Juventus kita pakai untuk sumur idle dan optimalisasi, tekan dan penyerangan dengan eksplorasi di beberapa kawasan dan kita butuh waktu,” ujar Bahlil.

Baca juga  Ilmuwan Membuat “Tabel Periodik” untuk Kecerdasan Buatan