JAKARTA, BN NASIONAL
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana untuk melakukan lelang ulang sebanyak 50 Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) yang akan di terminasi atau di kembalikan ke negara dalam periode 2020 hingga 2022.
Direktur Jenderal (Di rjen) Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa pemerintah mendorong partisipasi perusahaan dalam negeri, termasuk Pertamina (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor migas, dalam pengembangan WK yang akan d ilelang ulang.
“Dalam proses lelang ini, kami membuka peluang bagi semua pihak, termasuk Pertamina, untuk berpartisipasi,” ujar Tutuka di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Pemerintah juga akan mendukung penyediaan studi dan data yang di perlukan untuk mengembangkan WK yang akan di lelang ulang.
“Pemerintah aktif mendorong pengidentifikasian potensi dalam WK yang ada serta melibatkan berbagai pihak,” tambahnya.
Oleh karena itu, harapannya adalah perusahaan migas, seperti Pertamina, dapat berperan aktif dan turut serta dalam lelang ulang WK yang masih memiliki potensi.
“Kami berharap BUMN, seperti Pertamina, dapat aktif dan berpartisipasi,” kata Tutuka.
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengungkapkan bahwa dari total 50 WK migas, sebanyak 49 kontrak hulu minyak dan gas bumi berpotensi diterminasi atau dikembalikan ke negara.(*)





